she.id

Lingkungan Tercemar Bisa Jadi 'Pembunuh' Balita

Lingkungan Tercemar Bisa Jadi 'Pembunuh' Balita
Ilustrasi bayi (Shutterstock)

She - Seperempat kematian balita secara global disebabkan lingkungan yang tidak sehat atau tercemar, termasuk air dan udara kotor, asap serta kurangnya kebersihan yang memadai.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah laporan menyebutkan lingkungan tidak sehat dan tercemar dapat menyebabkan diare, malaria dan radang paru-paru. Lingkungan yang tercemar telah membunuh 1,7 juta anak per tahunnya.

"Lingkungan yang tercemar mematikan, terutama untuk anak-anak," ujar Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam sebuah pernyataan seperti dilasir Reuters.

"Mereka masih mengembangkan organ dan sistem kekebalan tubuh. Dengan tubuh dan saluran udara lebih kecil, mereka rentan terhadap udara dan air kotor."

Baca Juga: Gaya Hidup Mewah, Intip Kekayaan 'Princess' Syahrini
Putri Sulung Mulan Jameela Bertemu Maia, Ini yang Terjadi

Dalam laporan itu dikatakan paparan berbahaya bisa dimulai saat bayi berada di dalam rahim. Kondisi itu berlanjut jika kemudian bayi dan balita terpapar polusi udara di dalam atau luar ruangan.

Hal itu meningkatkan risiko masa kecil mereka 'berteman' dengan pneumonia serta risiko penyakit pernapasan kronis seperti asma. Polusi udara juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan kanker.

Laporan WHO juga mencatat, dalam rumah tangga tanpa akses air bersih dan sanitasi atau tercemar asap dari bahan bakar seperti batu bara atau kotoran untuk memasak dan pemanas, risiko anak-anak terserang diare dan pneumonia lebih tinggi.

Ahli WHO, Maria Neira mengatakan lingkingan yanng tercemar merupakan masalah serius jangka panjang yang harus ditangani. Ia mendesak pemerintah memastikan semua tempat aman untuk anak-anak.

"Investasi dengan penghapusan risiko lingkungan terhadap kesehatan, seperti peningkatan kualitas air atau menggunakan bahan bakar bersih, akan bermanfaat besar bagi kesehatan," katanya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya