she.id

Jaga Ginjal, Hindari Makanan Mengandung Bahan Pengawet

Jaga Ginjal, Hindari Makanan Mengandung Bahan Pengawet
Ilustrasi makanan mengandung bahan pengawet (Shutterstock)

She - Makanan yang bersifat oksigen dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ginjal seseorang. Munculnya penyakit ginjal berawal dari konsumsi makanan berbahan pengawat yang dilakukan sejak dini.

"Ada beberapa jenis makanan yang bersifat oksigen yang justru bisa memperberat kondisi ginjal kita. Seperti makanan-makanan yang mengandung bahan pengawet atau juga yang mempunyai bahan kimia," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur Dr Stevanus Desoka kepada Antara di Kupang, Rabu (8/3/2016).

Pernyataan itu disampaikan Desoka bertepatan dengan peringatan Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) yang jatuh pada Rabu.

Dikatakan Desoka, munculnya penyakit ginjal tidak seperti penyakit lain pada umumnya seperti Malaria, Flu, Batuk atau lainnya. Namun munculnya penyakit ginjal itu bermula dari konsumsi makanan dari bahan-bahan pengawat yang dilakukan sejak dini.

"Oleh karena itu, anak-anak harus selalu dilarang untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang memang mampunyai banyak sekali bahan-bahan kimia atau pengawetnya," katanya.

Baca Juga: Calon Adik Ipar Berhijab Bikin Zaskia Adya Mecca 'Speechless'
Irwansyah Terenyuh Dengar Doa Istri

Selain itu, lanjut dia, konsumsi obat-obatan yang tidak teratur juga dapat mengakibatkan penyakit ginjal. Pasalnya jika obat-obatan itu dikonsumsi tidak dengan anjuran dokter akan menggangu fungsi ginjal itu sendiri.

Ia mengatakan salah satu cara untuk bisa mencegah munculnya penyakit ginjal adalah dengan lebih banyak mengkonsumsi air mineral. Namun bagi masyarakat di NTT ia mengingatkan untuk berhati-hati mengkonsumsi air mineral karena masih banyak mengandung kapur yang justru akan mengakibatkan sakit ginjal.

"Kalau bisa untuk wilayah NTT khususnya di Kota Kupang, usai memasak air biarkan dulu semua kapurnya turun terlebih dahulu baru airnya diambil dan diminum, kalau tidak jika dibiarkan maka makain lama akan mengakibatkan sakit yang berujung pada gagal ginjal," tambahnya.

Desoka yang juga seorang dokter bedah mengungkapkan dirinya sering melakukan bedah ginjal. Ia sering menemui adanya penyumbatan batu ginjal akibat terlalu banyak mengkonsumsi air berkapur.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI mengenai penyakit katastropik, jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung, dengan pertumbuhan hampir 100 persen dari tahun 2014-2015.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dr. Theresia S. Rallo menambahkan penyakit ginjal yang bisa berlanjut menjadi kronis adalah infeksi saluran kencing, batu ginjal atau polikistik ginjal serta sumbatan pada saluran ginjal.

Saat ini diabetes (DM) mendominasi penyebab gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah (hemodialisa). Penyakit hipertensi karena tekanan darah tidak terkontrol juga akan merusak ginjal, mulai dari kebocoran ginjal sampai gagal ginjal kronis sehingga pasien tersebut harus menjalani cuci darah.

"Saya kurang terlalu tahu data terkait berapa jumlah penderita penyakit ginjal di NTT, karena kami masih harus lakukan pendataan lagi," katanya.

Video trending pilihan editor www.she.id:

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya