she.id

Fantastis, Biaya untuk Tetap Tampil 'Awet Muda'
Ilustrasi perawatan wajah (Shutterstock)

She - Meski penuaan merupakan proses alamiah, namun sejumlah perempuan ingin mempertahankan kecantikannya. Mereka berupaya menghentikan proses penuaan dengan berbagai cara, seperti penyuntikan wajah atau operasi penghilangan keruta

Keinginan untuk terus awet muda meningkatkan keuntungan industri bedah plastik sebesar 15 miliar dolar AS. Pengeluaran untuk operasi plastik di Amerika tahun lalu sekitar Rp210 triliun.

Komunitas Bedah Plastik Kecantikan Amerika, sebuah organisasi beranggotakan 2.600 orang, mengungkapkan dana itu untuk tujuan non medis dan tindakan mempercantik diri lainnya, seperti botoks dan injeksi bibir naik 11 persen dibanding tahun 2016.

Menurut komunitas itu seperti dilansir Antara, peningkatan tersebut terkait dengan generasi muda yang ingin menjaga penampilan agar terlihat tetap muda. Selain itu juga imbas dari tren wajah muda agar mereka tetap kompetitif di lingkungan kerja dengan cara terlihat muda.

Psikolog yang berbasis di Cincinnati, Ann Kearney Cooke mengatakan media sosial telah menambah tekanan hidup pada perempuan untuk memenuhi standar keindahan yang didefinisikan dengan terlihat awet muda.

Baca Juga: Foto: Warna-warni Busana Karya Putri Pemimpin Chechnya
Perempuan Bekerja di Bidang Ini Lebih Berisiko Bunuh Diri

"Ada aliran konstan foto dan masyarakat sering membandingkan diri mereka dengan orang lain," ujar Kearney Cooke.

"Mereka kerap berpikir semakin tua, kantung mata semakin kendur," tambahnya.

Promo kosmetik melalui acara televisi dan swafoto selebritis menjadikan operasi plastik menjadi lebih jamak dan lebih diterima generasi muda.

"Ada banyak masyarakat melakukan operasi plastik karena mereka merasa lemah jika tidak melakukannya," kata Kearney-Cooke.

Para pendukung operasi plastik mengatakan tindakan bedah tersebut berguna dalam meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan fisik dan jiwa. Namun dalam praktiknya, keadaan tersebut juga berkaitan dengan masalah psikologis.

Pada tahun 2011, sebuah penelitian sosial yang dilakukan Norwegia menemukan 1.597 orang remaja dan wanita muda berumur 13 tahun ke atas yang menjalani operasi plastik lebih berisiko terkena depresi, kecanduan narkoba dan gangguan lainnya.

Meski demikian, pada tahun lalu ahli bedah melakukan sekitar satu juta tindakan "liposuctions", implan buah dada, dan operasi menghilangkan lipatan pada perut. Ketiganya merupakan tindakan yang paling populer.

Operasi menyumbang 56 persen penggunaan kosmetik pada tahun lalu. Sementara praktik non bedah termasuk suntik serum dan peluluhan kotoran kulit dengan bahan kimia menyumbang 44 persen dari total tindakan.

Tindakan tersebut tidak hanya menjadi lebih banyak, tetapi juga lebih beragam.

Video trending pilihan editor www.she.id:

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya