she.id

Awas, Stres Bisa Mengundang Penyakit Berbahaya

Awas, Stres Bisa Mengundang Penyakit Berbahaya
Ilustrasi stres (Shutterstock)

She -  Orang dengan aktivitas tinggi di amigdala, memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung dan stroke. Amigdala merupakan bagian dari sistem limbik dalam otak yang bertanggung jawab untuk emosi, naluri bertahan hidup dan memori.

Hal itu terungkap dalam penelitian cara baru pengobatan masalah jantung akibat stres yang dipublikasikan dalam jurnal medis 'The Lancet'. Seperti dilansir Reuters, para peneliti mengatakan, stres di amigdala juga terkait peningkatan aktivitas sumsum tulang dan peradangan di arteri, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Mekanisme biologisnya, amigdala memicu sumsum tulang memproduksi sel-sel darah putih ekstra, yang kemudian menyebabkan arteri mengembangkan plak dan meradang.

"Hasil kami menghasilkan wawasan yang unik, bagaimana stres dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular," ujar Ahmed Tawakol dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School Amerika Serikat yang memimpin penelitian.

"Hal ini memunculkan kemungkinan dengan mengurangi stres dapat menghasilkan manfaat melebihi rasa peningkatan kebahagiaan psikologis."

Foto: The Lancet Handout via REUTERS)

Studi sebelumnya pada hewan menemukan hubungan antara stres dan aktivitas yang lebih tinggi di sumsum tulang dan arteri. Namun hingga kini para ilmuwan belum meyakini itu juga berlaku pada manusia.

Penelitian lain menyebutkan, amigdala lebih aktif pada orang dengan gangguan stres pasca-trauma, kecemasan dan depresi. Namun sebelum penelitian ini, tidak ada yang menemukan hubungan stres dengan risiko serangan jantung dan stroke.

Baca Juga: Buah Tin, Buah Surga yang Kaya akan Manfaat
Ingin Suami Berhenti Merokok, Coba Cara Ini

Penelitian ini dilakukan kepada 293 pasien otak dan scan tubuh untuk merekam otak, sumsum tulang, aktivitas limpa dan peradangan arteri. Para ilmuwan kemudian melihat perkembangan pasien dalam rentang rata-rata 3,7 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan 22 pasien terserang kardiovaskular - termasuk serangan jantung, angina, gagal jantung, stroke dan penyakit arteri perifer.

Para peneliti menemukan mereka dengan aktivitas amigdala yang lebih tinggi lebih besar kemungkinannya terserang penyakit jantung.

Emily Reeve, seorang perawat jantung di British Heart Foundation, mengatakan temuan penelitian ini bisa dikembangkan untuk pemahaman lebih baik tentang bagaimana mencegah penyakit jantung.

"Hubungan stres dan peningkatan risiko penyakit jantung sebelumnya fokus pada gaya hidup orang ketika mereka merasa stres seperti merokok, minum ... dan makan berlebihan," katanya.

"Menjelajah manajemen otak dari stres dan menemukan mengapa hal itu meningkatkan risiko penyakit jantung akan memungkinkan kita mengembangkan cara-cara baru dalam mengelola stres psikologis kronis."

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya