she.id

7 Tradisi Makan Orang Zaman Dahulu yang Menyehatkan

7 Tradisi Makan Orang Zaman Dahulu yang Menyehatkan
Ilustrasi makanan beralas daun pisang. (Foto: Shutterstock.com)

She - Tak selamanya tradisi yang ada di zaman dahulu buruk dan harus ditinggalkan. Buktinya, sejumlah tradisi yang berlaku di masa lalu setelah melalui sejumlah penelitian faktanya mengandung kebaikan.

Namun sayang, tradisi-tradisi tersebut telanjur ditinggalkan dan tergerus perubahan zaman. Akan tetapi, jarang yang mengetahui jika tradisi-tradisi tersebut yang berlaku pada zaman dulu bermanfaat bagi kesehatan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah tradisi yang belakangan ternyata baik dilakukan.

1. Makan dengan Duduk di Lantai

Duduk di lantai saat menyantap makanan bagi manusia yang hidup di zaman modern mungkin terdengar tabu dan kuno. Apalagi, pada zaman dahulu meja makan belum ditemukan, orang-orang menyantap makanan mereka sambil duduk di lantai.

Namun jarang yang mengetahui jika tradisi menyantap makanan sambil duduk di lantai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Para ahli yang melakukan penelitian menyimpulkan jika duduk menyila di lantai yang dilakukan saat makan dapat memberikan pijatan pada otot perut sekaligus meningkatkan sirkulasi di bagian bawah tubuh. Gerakan duduk menyila juga dapat meningkatkan fleksibilitas tubuh.

2. Sarapan Lebih Pagi

Orang-orang pada zaman dahulu terbiasa menyantap makanan atau sarapan lebh pagi. Bahkan bangsa Roma menyebut tradisi tersebut dengan jentaculum yang berarti sarapan tepat setelah matahari terbit.

Ahli gizi Rujuta Diwekar membenarkan hal itu, ia menilai sarapan lebih pagi baik untuk tubuh. Bahkan, ia merekomendasikan sarapan dilakukan 15 menit setelah terbangun dari tidur. Perilaku itu menurutnya juga dapat membantu tubuh menurukan berat badan.

Sementara orang-orang zaman modern saat ini justru menunda sarapan yang berakibat membuat tubuh merasa sangat lapar saat makan siang.

3.Tidak Bersuara Saat Makan

Bagi manusia yang hidup di zaman ini, ngobrol saat makan dianggap dapat melancarkan hubungan antar satu dengan yang lainnnya. Namun ternyata berbicara saat makan dinilai tabu di masa lampau.

Orang-orang zaman dahulu beranggapan berbicara saat makan dapat menyebabkan seseorang tersedak atau makanan tertelan tanpa dikunyah.

Untuk itu risiko tersedak saat menelan makanan yang belum dikunyah dapat terhindarkan. Bahkan para ahli menilai, makanan yang dikunyah dengan baik dapat membantu proses pencernaan lebih baik.

4. Masak Menggunakan Peralatan Alami

Kemajuan teknologi juga membuat perilaku seseorang berubah, bahkan saat memasak makanan. Orang zaman dulu terbiasa memasak makanan menggunakan peralatan terbuat dari tanah.

Meski kuno, memasak makanan menggunakan wadah tanah liat ternyata menambah kandungan nutrisi dalam makanan.

Beberapa kandungan nutrisi tersebut seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, sulfur dan mineral lainnya.

Para ahli berpendapat, wadah tanah liat untuk mengolah makanan yang mengandung asam dapat membuat kadar PH makanan menjadi seimban

5. Tidak Menyimpan Makanan untuk Seharian

Tidak seperti sekarang, manusia zaman dahulu tidak memiliki alat untuk menyimpan makanan agar lebih tahan lama seperti kulkas.

Mereka selalu mengolah bahan masakan dalam kondisi segar yang diperoleh langsung dari alam. Akibatnya, perkembangan jenis penyakit dalam tubuh manusia juga sedikit.

Masyarakat modern saat ini bahkan cenderung mengolah masakan dalam porsi besar kemudian menyimpannya untuk kemudian dipanaskan kembali.

6. Makan Malam Lebih Cepat

Dalam tradisi masyarakat Romawi Kuno, makan malam dikenal dengan istilah cena. Cena dilakukan ketika matahari mulai terbenam.

Para ahli gizi merekomendasikan makan malam lebih cepat sebelum pukul 19.00. Alasannya, semakin cepat makan malam disantap maka akan semakin banyak waktu yang dimiliki tubuh untuk mencerna makanan sebelum tidur.

Baca Juga: Tips Merawat Sepatu Hak Tinggi Tetap Bersih dan Tak Cepat Rusak
Hasil Studi: Orang Pintar Cenderung Lebih Suka Menyendiri

7. Makan dengan Tangan

Tradisi makan menggunakan tangan saat ini lambat laun tergusur dengan keberadaan sendok dan garpu. Namun apakah alat tersebut baik untuk kesehatan?

Dalam tradisi masyarakat kuno, menyantap makanan langsung dengan tangan yang bersih memiliki manfaat yang sangat menyehatkan tubuh. (Ahmad Syakirin)

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya