she.id

Ditolak Jadi Guru Karena Berjilbab, Muslimah Ini Dapat Ganti Rugi

Ditolak Jadi Guru Karena Berjilbab, Muslimah Ini Dapat Ganti Rugi
Ilustrasi muslimah di Jerman (Shutterstock)

She - Pengadilan Jerman, Kamis (10/2), memenangkan seorang muslimah atas perkara perlakuan diskriminasi yang mendapat penolakan untuk menjadi seorang guru karena berjilbab. Atas kemenangan pengajuan gugatan terhadap Departemen Pendidikan itu, perempuan muslimah tersebut mendapat ganti rugi sebesar Rp 127 juta.

Dilansir dari Dailysabah, Hakim Renate Schaude memerintahkan agar kementrian memberikan pekerjaan kepada guru yang ditolak akibat jilbab, karena hal itu melanggar hukum dan diskriminatif.

“Keputusan untuk tidak memberikan dia pekerjaan mengajar karena jilbab adalah perbuatan diskrimantif,” tegasnya.

Baca Juga: Berjilbab Ternyata Mampu Mencegah Terkena Risiko Kanker Mematikan
5 Pria Tampan Fasih Membaca Al-Qur'an

Menurut keputusan pengadilan, dengan memakai hijab, muslimah itu bukanlah ancaman bagi keselamatan atau melanggar kedisiplinan sekolah.

Pada tahun 2015 Mahkamah Konstitusi telah memutuskan, sejumlah wilayah di Jerman, seperti Hamburg, Schleswig-Holstein dan Berlin menolak untuk mempekerjakan guru yang mengenakan jilbab, yang mana mereka sering mengutip ketentuan “hukum netralitas”.

Hukum netralis melarang pegawai publik, termasuk guru, polisi, dan pekerja keadilan untuk mengenakan pakaian dan simbol-simbol agama.

Jerman sendiri merupakan negara Eropa yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak kedua setelah Prancis yang sebagian merupakan berasal dari Turki.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya