she.id

Lepas dari Mata Najwa, Ini Kesibukan Najwa Shihab

Lepas dari Mata Najwa, Ini Kesibukan Najwa Shihab
Akhir Perjalanan Najwa Shihab dengan Mata Najwa (Instagram/ Najwa Shihab)

She - Kabar mundurnya Najwa Shihab dari program Mata Najwa dan stasiun berita televisi swasta Indonesia masih menyisakan tanda tanya besar bagi masyarakat. Kesimpangsiuran berita terkait penyebab mundurnya Najwa pun beredar luas di masyarakat dari banyak versi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun kabar yang dikonfirmasi langsung oleh Najwa sebagai penyebab pastinya. Hanya saja, dirinya ini sedang sibuk menggeluti profesi barunya sebagai Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Ini dibuktikannya saat Najwa hadir ke Kupang dalam rangka "Temu Literasi" di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang diinisiasi Lembaga Garda Lamaholot bekerja sama dengan Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan.

Kegiatan Temu Literasi itu bertemakan "Literasi Untuk Kebhinnekaan" juga dihadiri Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebagai bintang tamu.

Dalam acara itu, Najwa menyoroti minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

"Berdasarkan hasil survei, menyatakan bahwa saat ini minat baca masyarakat Indonesia sangatlah rendah. Sebab minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara," katanya saat bertemu dengan sejumlah wartawan di Kupang, seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Akhir Perjalanan Najwa Shihab di Mata Najwa
Najwa Shihab Yakin Minat Baca Anak di Indonesia akan Meningkat

Survei tersebut lanjut Najwa berasal dari studi Most Littered Nation In the World 2016 yang dilakukan pada tahun 2016 lalu.

"Kalau dilihat angka-angka dan data-data lain sering kali memang fakta angka di atas kertas kemampuan membaca anak-anak Indonesia bahkan dibandingkan dengan negara lain seperti Aseanpun masih sangat jauh," tuturnya.

Ia membandingkan masyarakat Eropa atau Amerika khususnya anak-anak dalam setahun bisa membaca buku hingga 25-27 persen buku. Kemudian juga di Jepang bisa mencapai 15-18 persen buku per tahun.

"Sementara di Indonesia jumlahnya hanya mencapai 0,01 persen pertahun," ujar presenter kawakan Mata Najwa tersebut.

Oleh karena itu ia berharap agar dengan banyaknya penggiat Literasi baca di NTT diharapkan kedepannya NTT menjadi pilot project untuk literasi membaca dalam rangka meningkatkan peringkat membaca Indonesia di dunia.

Najwa sendiri usai mengelar kegiatan di Kupang, pada Sabtu (12/8) besok diagendakan akan ke Lembata untuk mengajak masyarakat di Kabupaten Lembata agar gemar membaca.

Video Trending Pilihan Editor: www.she.id

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya