she.id

Mural dan Grafiti Hapus Keangkeran 'Kota Mati'

Mural dan Grafiti Hapus Keangkeran 'Kota Mati'
Seorang gadis berjalan di depan graffiti di tembok perkuburan Kota Mati Kairo, Mesir (13/2). (Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

She -  Di jalan berkelok-kelok menuju 'Kota Mati' Kairo, Mesir, kartun tikus dengan telinga bulat dan mata hijau menghiasi etalase sebuah toko dan dinding makam. 'Kota Mati' tidak hanya menjadi tempat tinggal mereka yang telah meninggal, tetapi juga mereka yang hidup di antara batu nisan.

Jalan yang mengarah ke kompleks abad ke-15 yang dibangun Mameluk Sultan al-Ashraf Qaitbey baru-baru ini dihidupkan kembali sebagai seni lokal. Di halaman yang berdekatan di mana anak laki-laki bermain sepak bola, tampak mural Frankie Mouse menarik kalung Kucing Firaun.

Seni kontemporer membawa kehidupan dan warna ke pekuburan situs warisan dunia UNESCO itu. Arsitek Polandia Agnieszka Dobrowolska yang menyebutnya dengan 'Outside In: The Art of Inclusion' merupakan bagian dari proyek itu.

"Apa yang ingin kami lakukan adalah menyatukan warisan kuno, tradisi tempat khusus ini, dengan seni kontemporer kreatif dan berbagai acara budaya untuk mempromosikan keragaman. Lama bertemu baru, kematian dan kehidupan datang bersama-sama di Kota orang mati, di mana kita dapat bertukar ide dan budaya antara timur dan barat," kata Dobrowolska kepada Reuters.

Baca Juga: Ini Cara Liburan Keluarga Hemat Berkualitas
Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri MINGGU, 5 FEBRUARI 2017 | 17:25 WIB

Proyek konservasi 'Kota Mati' mencakup sebuah masjid, sekolah dan sisa-sisa bangunan yang ada. Proyek yang sebagian besar didanai Uni Eropa ini mengundang seniman seluruh dunia untuk melibatkan masyarakat dan menciptakan seni dengan inspirasi budaya lokal.

Seniman ke 'Kota Mati' datang dengan mural, mosaik, patung, grafiti dan bahkan pertunjukan live. Frankie mouse adalah karya seorang seniman grafiti Polandia yang menggunakan nama samaran Franek Mysza.

"(Seni mural) adalah sesuatu yang baru, dan itu penting untuk perkembangan anak-anak. Beberapa dari mereka menerimanya dan beberapa lainnya tidak dan hanya ingin main-main, namun tidak satupun dari mereka menghancurkannya," kata Mohamed El-Assal, seorang pemilik toko yang bekerja dengan seniman Belanda membuat mural stensil siluet anak-anak.

Sejumlah keluarga tinggal di pekuburan itu, jauh dari hiruk-pikuk di ibukota Mesir. Selama tiga generasi, sejumlah keluarga tinggal di tempat itu, termasuk pengrajin tradisional, yang karyanya dijual di pasar wisata Khan al-Khalili, Kairo. Mereka berharap seni seni di 'Kota Mati' akan memikat wisatawan karena pariwisata merupakan sumber utama pendapatan mereka.

"Mereka (para seniman) datang dan menawarkan untuk melakukan ini dan mengatakan itu akan baik untuk pariwisata. Mereka membersihkan daerah dan membuatnya lebih indah," kata Sameh, yang memiliki kios bantalan mural Frankie Mouse. 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya