she.id

Tana' Ulen, Cara Warga Desa Setulang Melestarikan Hutan Adatnya

Tana' Ulen, Cara Warga Desa Setulang Melestarikan Hutan Adatnya
Suasana Hutan Adat Tana Ulen Desa Setulang (Foto : Tanti Malasari)

She -  Desa Setulang terletak Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Untuk sampai ke desa ini membutuhkan waktu tempuh selama satu jam perjalanan darat dari Malinau. Banyak hal menarik yang dimiliki desa Setulang, salah satu diantaranya adalah desa ini kaya akan keragaman hayati dan memiliki jenis kayu yang berkualitas tinggi. Oleh karena itulah desa ini sangat menarik para pihak investor, yang ingin menggali kekayaan lewat didalamnya.

Sebagai bentuk keteguhan hati, penghormatan leluhur serta kesadaran bahwa penggunaan hutan secara berlebihan akan membawa kerusakan dan bencana bagi kehidupan, akhirnya meneguhkan tekad masyarakat setempat. Mereka membuat cara untuk melindungi dan melestarikan kawasan hutan desanya dengan nama tana' ulen. Cara ini dilakukan karena mereka sadar bahwa hutan adalah tabungan masa depan bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Baca Juga: Hutan Bakau Menjadi Benteng Terbaik Tahan Abrasi di Pulau Tikus
Bukan Sekedar Wisata, Hutan Mangrove Wonorejo Jadi Tempat Edukasi

Tana' ulen sendiri, dikelola oleh suatu Badan Pengelola Hutan yang dipiih oleh warga desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa dengan tetap memperhatikan fungsinya. Pola kehidupan masyarakat desa Setulang penuh dengan berbagai kearifan lokal, dimana kehidupan masyarakatnya menyatu dengan lingkungan alam. Bagi warga Dayak setempat, hutan adalah rumah sekaligus ibu mereka. Jauh sebelum mengenal teknologi, semua warga Dayak tinggal dan hidup di dalam hutan, karena semua kebutuhan hidup seperti tempat tinggal, bahan makanan dan bahan obat-obatan tersedia disana.

Di dalam aturan tana' ulen, masyarakat dilarang untuk menebang pohon, membuat ladang, membakar dan mengotori kawasan hutan serta aktivitas lain yang bisa merusak hutan. Jika ada yang melanggar mereka akan menerapkan hukum adat yang berlaku. Sampai saat ini warga Desa Setulang teguh mempertahankan hutan adat milik mereka dari tangan usil masyarakat lokal maupun investor luar yang ingin meraup keuntungan di lahan tersebut.



Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya