she.id

Wow, Kacamata Daur Ulang Limbah Kayu Ini Ternyata Sudah Mendunia

Wow, Kacamata Daur Ulang Limbah Kayu Ini Ternyata Sudah Mendunia
Tesmak, produk kacamata berbahan limbah kayu yang di daur ulang (Foto : Instagram / tesmak)

She -  Kreatifitas warga Bandung untuk membuat suatu produk memang tanpa batas, terbukti banyak produk mengenai makanan, seni, fashion, yang unik dan pertama muncul di kota kembang ini.

Seperti barang fashion yang bertujuan untuk melindungi mata dan juga bergaya, tesmak adalah produk kacamata berbahan limbah kayu yang di daur ulang, dibuat secara handmade untuk menambah nilai artistik dan menjadikan sebuah mahakarya.

"Awalnya dari 3 tahun lalu, jadi sebelum bikin kacamata saya sempat bikin fingerboard. Setelah ga musim, ingin coba buat kacamata dari bahan yang sama, kayu. Kenapa kacamata, karena ayah saya dan saya koleksi kacamata," ucap pemilik tesmak, Vicky Mono saat ditemui arah.com.

Ia pun menuturkan bahwa pada awalnya dia memproduksi kacamata berbahan kayu ini hanya satu buah, yang digunakan untuk dirinya pribadi, namun karena banyak permintaan untuk di produksi lebih banyak, dirinya membranding kacamata buatannya ini dengan nama Tesmak.

"Kenapa Tesmak, karena jaman dahulu dalam bahasa Jawa kacamata itu disebut tesmak. Tesmak juga singkatan, kepanjangan dari Tangan Eskalasi Mahakarsa, dengan maksud, setiap apa yang dilakukan manusia pasti ada campur tangan Tuhan," jelasnya.

Pria yang juga sebagai vokalis dari band metal Burgerkill ini menjelaskan, bahwa dirinya memilih untuk membuat kacamata dari kayu ini karena melihat banyak limbah kayu yang terbuang sia-sia.

"Memanfaatkan limbah limbah yang ada dari pabrik gitar, mebeul, atau lainnya. Tapi kita Mix and Match lagi sih, gak dari kayu aja. Kita kolaborasiin kayu dengan limbah plat nomer, koran, denim, tapi kita finishing lagi, tapi tetep ada unsur kayunya," tuturnya.

Setelah berkiprah selama tiga tahun, produk unik ini telah dikenal dan digunakan oleh banyak public figure Indonesia seperti Walikota, Bandung, Ridwan Kamil, Butet Hartaredjasa, Marsha Timoty, Marcello Tahitoe dan juga telah  merambah hingga berbagai negara di dunia.

"Banyak temen-temen band juga yang pake karya dari kacamata kita. Alhamdulillah kalau distribusi udah ada di Eropa, Itali, Belanda sama di Perancis, Singapura Malaysia udah ada," jelasnya.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Kacamata yang Baik
Tampil Menarik dengan 6 Jenis Tren Kacamata 2017

Meskipun berbahan dari limbah kayu, mengenai harga, Vicky mematoknya cukup tinggi. Karena menurutnya, sebuah karya, terutama buatan tangan harus dihargai dengan maksimal.

"Harganya berkisar 700 ribu sampe 1,5 juta. Menurut saya memang harus mahal, kalau gak mahal saya pribadi gak menghargai apa yang saya kerjakan. Profesi sebagai handmade tuh membuat suatu produk harus dihargai, termasuk idenya," kata Vicky.

Meskipun mendaur ulang kayu bekas, untuk memaksimalkan karyanya ini, Vicky menggunakan material terbaik , seperti halnya menggunakan lensa kaca yang berasal dari Italia, hingga penggunaan engsel tipe premium. Tak hanya itu Tesmak pun bergaransi, jika terjadi kerusakan.

"Kita emang ada garansi selama setahun, karena keuntungan dari kayu  itu, ketika patah bisa direpair ulang lagi, dan si materialnya akan lebih bagus lebih solid," pungkasnya. (Haryanto)

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya