she.id

Tidak Hanya Untuk Busui, Katuk Juga Bermanfaat untuk Kesehatan

Tidak Hanya Untuk Busui, Katuk Juga Bermanfaat untuk Kesehatan
Daun Katuk

She -  Daun katuk atau Sauropus androgynus dalam bahasa latin adalah daun yang dikenal baik untuk ibu hamil dan menyusui. Kandungan daun katuk dipercaya dan terbukti berjasa dalam melancarkan ASI. Maka tidak heran banyak produk untuk mengeluarkan ASI yang berasal dari daun katuk.

Dilansir dari berbagai sumber daun katuk mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%, kaya vitamin K, pro-vitamin A (beta-karotena), vitamin B, vitamin C, kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Klorofil juga terbukti banyak dalam daun katuk ini, daun katuk yang berwarna hijau adalah bukti kalau daun ini banyak mengandung klorofil didalamnya. Kandungan inilah yang membuat daun tidak hanya dikhususkan untuk ibu hamil, karena juga dapat memberi manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa khasiat dari daun katuk, diantaranya adalah :

1. Mencegah Osteoporosis

Kandungan kalsium pada katuk cukup baik, cocok diasup oleh kaum perempuan yang tidak ingin terkena osteoporosis.

2. Mengatasi Hipertensi

Kadar kalsium yang sangat rendah dapat menyebabkan naiknya tekanan darah tinggi. Untuk mengatasinya, cobalah mengonsumsi daun katuk yang cukup baik kadar kalsiumnya.

3. Mengatasi Flu hingga Anemia

Daun katuk mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza. Kandungan zat besi yang cukup tinggi tentunya dapat mengatasi anemia.

Baca Juga: Benarkah Menyusui dapat Menurunkan Risiko Penyakit Jantung?
5 Makanan Sehat untuk Ibu Menyusui guna Meningkatkan ASI


4. Kesehatan Mata

Di dalam tubuh, kandungan betakaroten yang tinggi (vitamin A) dipercaya membantu mencegah gangguan mata.

5. Obat Alami

Daun katuk juga kaya akan vitamin A, B1 dan C. Senyawa fitokimianya seperti tanin, saponin, dan alkaloid papaverin berpotensi sebagai bahan obat alami.

Meski bermanfaat penting bagi kesehatan, yang perlu diingat adalah jangan mengkonsumsi daun katuk lebih dari 50g/hari secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama. Hal ini dikarenakan senyawa glukokortikoid dalam daun katuk dapat mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor. Efek negatif lainnya, dapat menyebabkan insomnia, tidak enak makan, dan sesak napas. 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya