she.id

Masjid di Inggris Tidak Gunakan Botol Plastik di Bulan Ramadan

Masjid di Inggris Tidak Gunakan Botol Plastik di Bulan Ramadan
ilustrasi botol minum plastik (shutterstock).

She -  Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane (GLMCC) di Birmingham, Inggris mengumumkan pelaksanaan puasa Ramadan kali ini akan lebih ramah lingkungan. Pada tahun-tahun sebelumnya, masjid di distrik Small Heath itu selalu membagikan botol air plastik kepada jamaah setiap malam di Bulan Ramadan.

Dikutip dari Birmingham Mail, pembagian botol tersebut menciptakan sampah plastik, sehingga membuat pengelola masjid kewalahan dalam membersihkannya.

Bersamaan dengan itu, dihayatilah penjelasan Al Qur'an, Surat Al-Anm ayat 141, yang berbunyi: "Dan janganlah sia-siakan: karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sia-sia (karena boros)."

Jadi, pada Ramadan kali ini, GLMCC bekerja sama dengan lembaga pemerhati lingkungan setempat, Ecobirmingham berupaya mengurangi dampak buruk dari sampah plastik.

Michael Addison, direktur Ecobirmingham mengatakan, Inggris menggunakan 13 miliar botol plastik per tahun, dan 7,7 miliar di antaranya botol air mineral.

Baca Juga: Ramadan Banyak Ajakan Bukber, Ini Tips Agar Tidak Boros
Atlet Voli Sabina Makin Memukau dengan Hijab di Awal Ramadan

"Lebih dari setengah botol plastik yang kami gunakan tidak didaur ulang. Botol-botol itu berakhir di tempat pembuangan sampah atau mencemari jalan, kanal, dan sungai kami," jelas Adison.

Baca Juga:
Ini Sosok Orang Pertama yang Menjalani Ibadah Puasa Ramadan
FPKS DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza di Awal Ramadan

"Beberapa dibakar, menghasilkan 233.000 ton karbon dioksida per tahun. Botol plastik mencakup sepertiga dari semua polusi plastik di laut, dan sekarang ada 159 botol plastik rata-rata di setiap mil pantai di Inggris," lanjutnya prihatin.

Seorang juru bicara GLMCC mengatakan, selama Ramadan, lokasi tersebut dikunjungi rata-rata, lebih dari 3.500 orang setiap malam. Untuk akhir pekan dan jam sibuk diperkirakan lebih dari 5.000 orang datang berkunjung.

"Ini tidak termasuk 300 hingga 400 orang yang juga diberi makan setiap petangnya untuk berbuka puasa. Diperkirakan kami mendistribusikan rata-rata 800 hingga 1.000 botol setiap malam di bulan Ramadhan. Ini menghasilkan jumlah plastik yang sangat besar," ujar perwakilan GLMCC.

"Dengan pemikiran ini, kami telah mengambil keputusan untuk tidak mengedarkan botol air plastik untuk jemaat kami pada puasa Ramadan kali ini," katanya.

Sebagai gantinya, pengelola GLMCC telah membeli botol isi ulang, yang ditawarkan kepada jemaat Muslim dngan harga subsidi. Selain itu, pengelola juga menempatkan dua pancuran air minum di dua sudut masjid.

Di Birmingham, sejauh ini, sudah ada 226 pusat isi ulang air minum, yang merupakan bagian dari kampanye lingkungan bertajuk Refill Birmingham. Insiatif ini diharapkan bermanfaat, setidaknya dua kali lipat dari tahun lalu.

"Jadi, orang dapat terus mengisi ulang botol yang dapat digunakan kembali di sekitar Birmingham, dan terus memberi manfaat bagi lingkungan, termasuk juga saat bulan suci Ramadan," kata pengelola GLMCC.

"Dengan lebih dari 4.000 jamaah setiap malam selama bulan Ramadan, kami juga mendorong orang untuk berbagi mobil saat berkendara ke masjid, guna mengurangi jejak karbon kami," pungkasnya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya