she.id

Cara Rasulullah SAW Mendidik Anak-anaknya

Cara Rasulullah SAW Mendidik Anak-anaknya
Ilustrasi anak sekolah (Pixabay)

She - Mendidik menjadi fase penting dalam pertumbuhan anak. Salah mendidik anak akan menyebabkan anak kehilangan arah ketika remaja.

Dalam Islam, cara mendidik anak memiliki lima tingkatan. Tingkatan pertama yaitu dengan menegur anak tersebut.

Rasulullah pernah melakukan itu kepada Umar bin Abi Salamah. Saat itu Umar memiliki kebiasaan mengulurkan tangan ke penjuru arah saat makan.

Nak! Bacalah basmallah terlebih dahulu! Makanlah dengan tangan kanan dan mulailah dari yang di dekatmu!” (HR. Bukhari & Muslim)

Teknik kedua mendidik anak yaitu dengan menyindirnya. Rasulullah pernah menyindir, “Apa keinginan kaum yang menginginkan begini dan begitu? Sesungguhnya aku shalat dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, dan aku pun menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak senang dengan sunnahku, berarti dia bukan dari golonganku.” (Shahih Jami’ al-Shagir)

Baca Juga: Begini Cara Sederhana Bahagiakan Suami, Penting Dibaca Para Istri
5 Manfaat Berpuasa Ini Ternyata Bisa Membuat Wanita Makin Cantik

Cara ketiga, yaitu melalui celaan. Cara ini dilakukan apabila teguran dan sindiran sudah terasa tidak mempan.

Rasulullah pernah mencela Abu Dzar al-Ghifari karena memaki seseorang dengan menyebut nama ibunya hingga akhirnya malu.

Wahai Abu Dzar! Apakah engkau telah mempermalukannya dengan menyebut nama ibunya? Sesungguhnya pada dirimu masih melekat sifat jahiliyah,” kata Rasulullah menegur. (HR. Bukhari)

Jika tiga cara di atas tak membuahkan hasil, cara yang dilakukan yaitu pemutusan hubungan sementara. Tragedi itu pernah menimpa Ka’ab bin Malik ra yang tidak mengikuti perang Tabuk.

Sanksi yang diberikan Rasulullah SAW padanya adalah Nabi melarang para sahabat berbicara dengannya sampai 50 malam dan pemutusan hubungan secara sementara. (HR. Bukhari)

Puncaknya anak yang tak bisa dinasihati lagi akan dipukul. Hadis riwayat Abu Dawud dan Hakim memerintahkan orangtua agar menyuruh anaknya salat saat berusia 7 tahun.

Ketika sudah berumur 10 tahun tidak shalat, maka diperintahkan untuk ‘memukul’ anak. Tapi, cara memukul itu tidak dilakukan secara ngawur.

Dalam Islam pukulan dilakukan ke bagian tubuh yang aman misalnya kaki.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya