she.id

Sering Sajikan Menu Olahan Daging untuk Anak, Apa Bahayanya?

Sering Sajikan Menu Olahan Daging untuk Anak, Apa Bahayanya?
ilustrasi sosis bakar (shutterstock).

She -  Makanan olahan daging memang menjadi salah satu pilihan cepat disajikan bila sedang tak banyak waktu untuk memasak.

Bukan hanya itu, para orangtua menyajikan makanan olahan daging seperti sosis, nugget, kornet, dendeng, ham, dan lain-lain di menu Si Kecil karena memang bisa dibilang favorit anak-anak.

Namun secara medis menyatakan makanan yang terbuat dari daging olahan tersebut sangat tidak baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Daging olahan merupakan salah satu makanan yang memicu terjadinya kanker. Meski efeknya berlangsung dalam rentang waktu yang cukup lama, namun tetap saja penyakit kanker dikategorikan sangat berbahaya dan menggerogoti tubuh kita.

Secara alamiah, daging tidak memiliki ketahanan yang cukup lama. Jika disimpan terlalu lama maka akan menurun kualitasnya. Sementara daging olahan merupakan bentuk modifikasi yang memungkinkan bisa bertahan cukup lama dengan campuran bahan-bahan pengawet.

Baca Juga: Segini Takaran Minum Kopi Satu Hari Menurut Ahli Kesehatan
Begini Tips Manfaatkan Momen Ramadan Untuk Program Diet

Beberapa cara pengolahan yang biasa digunakan antara lain pengasapan, curing (penggunaan garam bercampur nitrat untuk mengawetkan daging), penambahan garam serta pengawet.

Menjadikan makanan yang berbahan dasar daging olahan sebagai menu rutin untuk anak harus dihindari. Kandungan garam yang sangat tinggi didalamnya, akan meningkatkan resiko hipertensi, kerusakan jantung, kerusakan pembuluh darah aorta, kerusakan ginjal dan bahkan tulang.

Selain itu, daging olahan juga mengandung banyak sodium. Ketika tubuh mengonsumsi sodium terlalu banyak, maka akan menyebabkan kerja ginjal semakin berat. Sodium yang terlalu tinggi juga akan membuat pembuluh darah mengeras sehingga meningkatkan resiko terjadinya darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke.

Daging olahan juga menganduk lemak jenuh yang begitu tinggi. Pada 75 gram sosis terdapat 7 gram lemak jenuh yang hampir memenuhi setengah dari batas maksimal konsumsi tubuh perhari. Kebutuhan kalori pada anak-anak usia 4-6 tahun hanya sebesar 1600 kalori per hari. Artinya konsumsi lemak maksimal yang dianjurkan sekitar 9 gram per hari.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya