she.id

Jika Orang Eskimo Puasa Ramadan, Ini Tantangan yang Harus Dihadap

Jika Orang Eskimo Puasa Ramadan, Ini Tantangan yang Harus Dihadap
Ilustrasi: Laut es di Samudera Arktik, Kutub Utara. (Foter/NASA Goddard Photo and Video)

She - Bagi orang Indonesia, cuaca terik kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Terlebih bagi masyarakat yang hidup di daerah yang tepat berada di garis khatulistiwa.

Tapi, bagaimana dengan masyarakat Eskimo yang hidup di belahan bumi utara?

Di wilayah Arktik, Kutub Utara, aktivitas berpuasa dapat sangat berbeda dengan mereka yang berada di wilayah tropis. Di Arktik, hari akan terus siang saat musim dingin dan malam tak berbatas ketika menjalani musim dingin.

Sehingga datangnya bulan Ramadan tentu saja dapat menimbulkan kebingungan, terlebih mengenai waktu berpuasa.

Baca Juga: Tangis Menantu Kenang Mendiang Momen Indah Ustaz Arifin Ilham
Inilah Manfaat Air Kelapa Muda Jika Diminum Saat Berbuka Puasa

Namun, tunggu dulu, tentu saja komunitas muslim di kawasan Kutub Utara tak berpuasa selama seharian penuh akibat perbedaan musim. Berdasarkan laporan The Atlantic, muslim di Kutub Utara, khususnya Norwegia, mengikuti waktu berpuasa di Mekah sebagai patokan.

Selain mengikuti waktu berpuasa di Mekah, komunitas Muslim di Kutub Utara juga dapat mengikuti negara-negara terdekat yang perputaran waktu siang atau malamnya tidak sehari penuh.

Menilik dari aturan tersebut, tentu saja komunitas Muslim di Kutub Utara dan sekaligus muslim dari suku Inuit dan Cree kemungkinan berpuasa dengan mengikuti waktu negara terdekat mereka.
Sebab puasa bukanlah ibadah yang memberatkan bagi yang menjalaninya.

Karena umumnya komunitas muslim di wilayah Kutub Utara adalah minoritas, maka biasanya mereka mengikuti jadwal puasa di negara berlandasan Islam terdekat seperti di Timur Tengah atau negara dengan mayoritas muslim seperti Turki.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya