she.id

Niat, Tata Cara dan Keutaman Dari Puasa Syawal

Niat, Tata Cara dan Keutaman Dari Puasa Syawal
Ilustrasi Ibu Berdoa. (Foto: ddhongkong.org)

She - Menyempurnakan puasa wajib di bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan (sunnah muakkadah) melaksanakan puasa sunah di bulan Syawal selama enam hari.

Rasululullah SAW bersabda;

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun." (HR. Muslim)

Puasa Syawal dimulai di hari kedua karena pada hari pertama Syawal merupakan Hari Raya Idul Fitri, maka diharamkan untuk berpuasa.

Akan lebih baik jika dilakukan secara berturut selama enam hari mulai hari kedua Syawal.

Adapun tata cara puasa syawal sebagi berikut;

1. Niat puasa Syawal

Berikut ini lafalnya:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”

Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawwal pada siang hari.

Berikut ini lafalnya :

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ

Artinya, "Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT."

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad: Sedekah, Insya Allah Penyakit Sembuh
Ucapan Selamat Idul Fitri yang Benar Munurut Sahabat Rasul

2. Makan sahur

Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar. Namun tidak makan sahur pun tidak apa-apa, asalkan puasa tetap sah.

3. Berbuka

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah saat sudah masuk waktunya.

Adapun lafaz doa buka puasa Syawal:

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu

Artinya "Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa dan dengan rizki Mu aku berbuka."

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya