she.id

Penjelasan Hukum Tidur Sambil Telanjang Menurut Islam

Penjelasan Hukum Tidur Sambil Telanjang Menurut Islam
Suami dan istri di ranjang menjelang tidur. (Foto: shutterstock.com)

She - Apakah kamu termasuk orang yang menikmati tidur tanpa pakaian? Kalo iya, pernahkah berpikir bagaimana hukumnya dalam Islam?

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nur ayat 58 adanya waktu manusia tidur menanggalkan pakaian.

Dijelaskan ada waktu di mana manusia tidur tanpa pakaian yakni sebelum salat Subuh, setelah salat Isya, dan saat tidur siang sedang bersama seorang istri atau suami.

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)-mu di tengah hari dan sesudah salat Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nur: 58).

Dari ayat di atas dapat dijelaskan bahwa seorang muslim diperbolehkannya tidur melepas pakaiannya asal berada dalam kamar yang khusus.

Baca Juga: Alquran Menjawab Misteri Mana Dulu Yang Ada Antara Ayam dan Telur
Begini Adab Menggunakan Aplikasi Alquran Yang Ada di Smartphone

Maksudnya, tidak sembarang orang masuk kamar sehingga auratnya tidak terlihat.

Sebagaimana pula dalam hadis ini;

"Suatu malam yang Rasulullah SAW pada malam itu di rumahku, beliau berbalik lalu beliau meletakkan ridanya (pakaian bagian atasnya). Beliau juga melepaskan dua sandalnya lalu meletakkan keduanya di samping kedua kakinya. Kemudian beliau menggelar ujung sarungnya di atas kasurnya, lalu beliau berbaring. Beliau seperti itu karena mengira aku telah tertidur. Lalu beliau mengambil ridanya (pakaian bagian atasnya) dengan pelan-pelan. Beliau juga memakai sandalnya dengan pelan-pelan, lalu membuka pintu dan keluar, lalu menutupnya juga dengan pelan-pelan. Maka aku pun meletakkan pakaianku di atas kepalaku dan aku berkerudung. Lalu aku memakai pakaianku kemudian aku membuntuti di belakang beliau, sehingga beliau sampai di pekuburan Baqi'." (HR. Muslim no. 974).

(Berbagai Sumber)

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya