she.id

Hukumya Salat Berjamaah Berdua Dengan Kekasih

Hukumya Salat Berjamaah Berdua Dengan Kekasih
muslim asia menjalakan salat (foto/shutterstock)

She - Pahala dan keutamaan salat berjamaah sungguh luar bisa keduduknya di sisi Allah SWT.

Tapi begaimana hukumnya jika kita salat jamaah bersama pacar yang bukan muhrim? Mari kita bahas.

Sebelum kamu menggulirkan terus ke bawah, pertama-tama yang harus dipahami adalah bahwa dalam konteks ini ada dua permasalahan.

Pertama, menyangkut soal dua orang berlainan jenis yang bukan muhrim melakukan khalwat atau berduaan di tempat sepi. Kedua, menyangkut status hukum salat berjamaahnya.

Dalam hal ini menjelaskan bahwa menurut ajaran Islam, laki-laki yang berduaan dengan perempuan yang bukan muhrimnya jelas tidak diperbolehkan/haram.

Di antara dalil menjadi landasan dalam hal ini adalah sebagai berikut.

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali berkhalwat (berduaan) dengan perempuan yang bukan mahram karena yang ketiga di antara mereka adalah setan," (HR Ahmad).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa keimanan itu meniscayakan untuk menafikan khalwat dengan perempuan yang bukan muhrim atau ajnabiyyah.

Karena hal tersebut bisa menjerumuskan kepada sesuatu yang dilarang.

Baca Juga: Begini Cara Khusus Memikat Hati Muslimah Berhijab
Begini Cara Sederhana Bahagiakan Suami, Penting Dibaca Para Istri

Dari sini kemudian dapat dipahami kenapa berkhalwat atau berduaan dengan perempuan yang bukan mahram diharamkan.

Jadi larangan tersebut bisa dipahami sebagai upaya untuk menutup hal-hal yang tidak diinginkan (saddud dzari’ah).

Atas dasar inilah kemudian dengan tegas Abu Ishaq Asy-Syirazi dalam kitab Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i menyatakan bahwa makruh seorang laki-laki salat dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau yang bukan muhrimnya karena didasarkan hadis Nabi yang melarang seorang laki-laki berduaan dengan perempuan yang bukan mahram.

"Dan, dimakruhkan seorang laki-laki shalat dengan seorang perempuan ajnabiyyah karena didasarkan pada sabda Nabi SAW, ‘Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan perempuan karena yang ketiga di antara mereka adalah setan."

Mengutip dari laman NU, kemakruhan dalam konteks ini menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi adalah makruh tahrim sebagaimana yang beliau kemukakan dalam anotasi atau syarah atas pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas.

Sedangkan makruh tahrim itu sendiri pengertian adalah sama dengan haram.

"Yang dimaksud makruh (dalam pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas) adalah makruh tahrim. Hal ini apabila si laki-laki tersebut berduaan dengan seorang perempuan ajnabiyyah atau bukan muhrimnya."

Lalu, apakah sah salat jamaah dengan pacar?

Dalam salat berjamaah dengan perempuan yang bukan muhrim atau dengan pacar sebagaimana dijelaskan di atas adalah tetap sah.

Sebab keharaman salat berduaan dengan pacar atau perempuan yang bukan muhrimnya karena adanya sesuatu yang berada di luar salat.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya