she.id

Jangan Sampai Salah! Cek Dulu Bila Beri Nama Anak Bahasa Arab

Jangan Sampai Salah! Cek Dulu Bila Beri Nama Anak Bahasa Arab
Bayi suka digendong ibu (healthtrustpg)

She-  Buah hati yang baru lahir menjadi anugerah luar biasa untuk orangtuanya, untuk itu pemberian nama pun harus berhati-hati jangan sampai salah makna.

Nama adalah sebuah doa yang diharapkan orangtua untuk kehidupan anaknya. Namun jangan asal memberi nama dengan bahasa arab atau sansekerta tapi salah arti nih.

Dikutip dari muslimah.or.id, para ulama sepakat mengenai haramnya memakai nama yang mengandung makna penghambaan diri kepada selain Allah.

1. Abdul ‘Uzza, Abdusy Syams (hamba matahari)

Hamba matahari atau nama lainny yakni Abdud Daar, Abdur Rasuul, dan Abdun Nabi.

Diriwayatkan dari Hani bin Zaid bahwa ketika ia datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan beserta kaumnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar mereka memanggil salah seorang di antara mereka dengan nama Abdul Hajar (hamba batu). Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya.

“Siapa namamu?” Ia menjawab, “Abdu hajar.” Beliau bersabda, “Tidak, kamu adalah Abdullah (hamba Allah) bukan Abdu Hajar (hamba batu)!” (lihat kitab Shahihul Adabil Mufraad, halaman 623)Termasuk pula dalam hal ini adalah pemberian nama Abdul Haarits, karena al-Hariits adalah manusia. Adapun “Haarits” itu sendiri bukanlah nama Allah. Yang ada adalah Allah disifati dengan adz-Dzaari’ (menanam, menumbuhkan) dann itu bukan termasuk nama Allah.

2. Memberi nama dengan nama-nama Allah

Contoh yang paling sederhana adalah seperti nama ar-Rahman, ar-Rahiim, al-Khaliq dan al-Bari. Syaikh Utsaimin memiliki penjelasan dimana memberi nama dengan nama Allah Ta’ala. Pemberian nama ini memiliki dua sisi: Sisi pertama, terbagi menjadi dua macam:

a. Penyebutan nama dengan huruf alif dan lam. Yang dimikian tidak boleh diberikan kepada selain Allah, seperti al-‘Aziz, as-Sayyid, al-Hakiim dan lain-lain Alasannya karena dengan adanya penambahan alif dan lam berarti menunjukkan kepada ushul dari makna yang terkandung dalam nama tersebut.

b. Maksud pemberian nama untuk menunjukkan sifat yang terkandung dalam nama tersebut walau tanpa alif dan lam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengganti kunyah Abu Hakam karena teman-temannya selalu minta putusan hukum kepadanya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya Allah adalah al-Hakam dan hanya Dia-lah yang berhak menetapkan hukum.” Lalu beliau memberi kunyah dengan nama anak sulungnya yang bernama Syuraih. Ini menunjukkan apabila seseorang memiliki nama dengan salah satu dari nama Allah yang mengandung makna sifat (sengaja disesuaikan dengan sifat, pekerjaan atau keadaan penyandang nama), maka hal itu dilarang syariat.

[baca_juga]

3. Memberi nama dengan nama Malikul Muluk (Rajanya Raja)

Selain Malikul Muluk ada juga Sulthanus Salathin dan Syahin Syah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia yang paling dimurkai Allah nanti pada hari kiamat yang paling keji dan yang paling dibenci-Nya adalah laki-laki yang bernama Malikul Amlak. Sesungguhnya tiada raja yang haq selain Allah subhanahu wa ta’ala.”

Semakna dengan nama di atas adalah Qadhi Qudhaat, Haakimul Hukkam (artinya, hakim dari para hakim).

4. Memberi nama Sayyidu

Memberi nama dengan Sayyidun Naas, Sayyidul Kul, Sittul Kul sebagaimana diharamkan memberi nama dengan nama Sayyidu waladi Adam untuk selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Selengkapnya baca di sini.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya