she.id

Hukum Menurut Islam Jika Orang Tua Paksa Anak Gadisnya Menikah

Hukum Menurut Islam Jika Orang Tua Paksa Anak Gadisnya Menikah
Ilustrasi lokasi pernikahan di tengah Samudera Hindia. (Shutterstock)

She - Tidak selayaknya orang tua memaksa anak gadisnya menikah tanpa meminta persetujuan darinya.

Seorang anak jika ia masih gadis, maka ia harus dimintai persetujuan dan di antara tanda persetujuannya pada pernikahan tersebut adalah dengan diam.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu‘anha ia berkata;

Aku pernah bertanya, “Ya Rasulullah, apakah wanita-wanita itu (harus) diminta izinnya dalam urusan pernikahan?”. Beliau menjawab, “Ya”. Aku bertanya lagi, “Sesungguhnya seorang gadis jika diminta izinnya ia malu dan diam”. Beliau menjawab, “Diamnya itulah izinnya”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bagi anak gadis, jika ia tidak ridha menikah dengan seseorang yang telah dipilihkan orang tuanya hendaklah ia menyampaikan itu kepada orang tuanya.

Jangan diam saja, karena diam itu tanda setuju.

Masalah ini kadang timbul karena tidak adanya komunikasi. Orang tua merasa anaknya setuju karena tidak berkomentar. Sedangkan anak diam saja merasa dipaksa oleh orang tua dan tidak berani bicara.

Baca Juga: Membaca Alquran Dapat Mencegah Alzheimer dan Pikun
Sederet Amalan Yang Bisa Hapus Segala Dosa Menjadi Pahala

Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan keterpaksaan salah satu mempelainya.

Sebab pernikahan itu salah satu tujuannya adalah membentuk keluarga yang sakinah; ada ketenangan, ada kedamaian. Kalau sampai suami istri saling benci karena menikah dengan terpaksa, yang terjadi tentu bukan sakinah.

Rukun nikah itu ada lima: mempelai laki-laki dan perempuan, wali, saksi, mahar dan ijab qabul. Kedua mempelai tersebut haruslah saling ridha dalam menikah. Jika salah satunya tidak ridha, maka pernikahan menjadi tidak sah.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya