she.id

Benarkah Stres Bisa BIkin Gemuk? Ini Hasil Penelitiannya

Benarkah Stres Bisa BIkin Gemuk? Ini Hasil Penelitiannya
Stres ternyata bisa mengurangi kemampuan seseorang memprediksi adanya bahaya baru. Dengan kata lain, stres mengurangi respon fisiologis terhadap isyarat ancaman baru, ungkap sebuah studi.

She - Benarkah stres berkepanjangan bisa membuat badan menjadi gemuk?

Dilansir dari laman Egyptindependent, untuk mengetahui hal ini, peneliti Inggris telah membandingkan tingkat stres dan berat badan lebih dari 2.500 laki-laki dan perempuan di atas usia 54 tahun yang berpartisipasi dalam Studi Longitudinal Penuaan Inggris.

Studi yang dipublikasikan jurnal Obesity, melihat tingkat hormon stres yang disebut kortisol pada rambut yang dikumpulkan dari peserta.

"Kami menemukan kadar kortisol di rambut berkorelasi positif dan signifikan terhadap lingkar pinggang yang lebih besar dan indeks massa tubuh lebih tinggi atau BMI," kata penulis utama Sarah Jackson, rekan peneliti di Institute of Epidemiology and Health di University College London.

"Hasil ini memberikan bukti konsisten bahwa stres kronis dikaitkan dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi," ungkapnya.

Kortisol sendiri adalah hormon yang diproduksi di kelenjar adrenal yang dilepaskan ke aliran darah pada saat stres.

Baca Juga: Sepuluh Tempat Di Dalam Rumah Ini Bisa Jadi Sumber Polusi Udara
Bahaya Mengintai Jika Mandi Pakai Air Panas Saat Udara Dingin

Selain menekan peradangan dan mengatur tekanan darah, kortisol juga membantu menjaga pasokan gula darah tetap stabil dan memberi dorongan energi untuk menangani keadaan darurat.

"Ini menyediakan glukosa ke otak, menjaga keadaan berjalan selama acara yang penuh tekanan," kata Jackson.

"Ini juga memainkan peran besar dalam metabolisme, komposisi tubuh dan akumulasi lemak tubuh," tambahnya.

Menurutnya, pelepasan kortisol dipicu oleh reseptor yang terletak padat di jaringan lemak visceral, tipe yang mengelilingi organ tubuh kita, yang dapat menjelaskan hubungannya dengan penambahan berat badan.

"Kadar kortisol berfluktuasi sepanjang hari tergantung pada waktu, apa yang kamu makan, situasi stres yang tiba-tiba, bahkan penyakit," papar Jackson.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa "paparan kortisol tingkat tinggi kronis mungkin berperan dalam pemeliharaan obesitas."

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya