she.id

Studi Buktikan Jika Rajin Beribadah Membuat Hidup Bahagia

Studi Buktikan Jika Rajin Beribadah Membuat Hidup Bahagia
Umat muslim membaca Alquran di dalam Masjid Al Hikmah Cunda, Lhokseumawe, Aceh, Senin (19/6) dini hari. Memasuki enam hari terakhir Ramadan tahun ini umat muslim memperbanyak itikaf pada malam hari berzikir, membaca Alquran dan salat sunah mengharapkan hikmah datangnya malam Lailatulkadar (malam kemuliaan) atau malam seribu bulan yang diyakini hadir pada 25 dan 27 Ramadan. (ANTARA FOTO/Rahmad)

She - Sebuah studi baru menyebutkan, orang-orang yang rajin beribadah memiliki perasaan damai dan sejahtera di hari tuanya.

Semakin banyak melakukan ritual berdoa atau kegiatan beribadah, semakin besar kemungkinan mereka melaporkan perasaan bahagia.

Para ilmuwan dalam penelitian ini menemukan bahwa orang-orang beragama berusia 65 tahun ke atas lebih cenderung optimistis, percaya diri dan puas dengan kehidupan mereka sehari-hari daripada orang-orang yang tidak religius.

Dilansir dari laman DailyMail, efek psikologis dari doa ini bergantung pada bagaimana orang memandang Tuhan, menurut para peneliti yang dipublikasikan dalam Journal of Aging and Health.

Mereka yang melihat Tuhan sebagai 'dzat yang penuh cinta' cenderung lebih mungkin untuk menemukan kebahagiaan daripada orang percaya yang melihat Tuhan sebagai 'dzat yang menuntut akan kewajiban dan larangan'.

"Apa yang kami temukan adalah bahwa doa dapat dikaitkan dengan kurang lebih kesejahteraan, tergantung pada bagaimana Anda memandang Tuhan," kata peneliti Blake Kent, kandidat doktor sosiologi di Universitas Baylor di Texas.

"Singkatnya, manfaat psikologis doa tampaknya bergantung pada kualitas hubungan seseorang dengan Tuhan," imbuhnya.

Untuk penelitian ini, sekitar 1.000 orang berusia 65 diminta untuk menjawab pertanyaan tentang iman mereka.

Baca Juga: Ternyata Susu Bisa Bermanfaat Turunkan Berat Badan
Ini Alasan Mengapa Saat Bersin dan Batuk Harus Menutup Mulut

Semua peserta ditanya pertanyaan yang berfokus pada tiga ukuran kesejahteraan: optimisme, harga diri dan kepuasan hidup. Mereka juga diminta menggambarkan bagaimana hubungan mereka dengan Tuhan.

Para periset menemukan bahwa orang yang melapor untuk memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Tuhan juga mengalami peningkatan tajam dalam kesejahteraan semakin mereka berdoa.

Bagi mereka yang memiliki keterikatan 'rata-rata' terhadap Tuhan, peningkatan kesejahteraan yang moderat terjadi sebagai akibat dari doa yang sering.

Dan orang-orang yang merasa 'jauh' dari Tuhan mengalami decerase dalam kesejahteraan setelah terlibat dalam doa.

"Apakah Tuhan dipandang dzat yang memberi rasa aman? Jika iya, doa memiliki manfaat positif. Apakah Tuhan dirasa jauh atau bahkan tidak dapat dipercaya? Itu menjadi masalah lain," tutur Kent.

"Ada anggapan bahwa doa secara otomatis berpengaruh pada kesejahteraan kamu. Itu mungkin tidak terjadi pada semua orang, karena persepsi seperti itu mengasumsikan bahwa Tuhan itu responsif dan dapat dipercaya. Tapi banyak orang tidak mengalami pengalaman religius dengan Tuhan seperti itu," lanjutnya.

Para periset percaya hasil penelitian mereka menunjukkan orang dengan keyakinan kuat pada Tuhan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka dengan berdoa secara teratur.

Tetapi mereka yang tidak memiliki kepercayaan yang kuat pada Tuhan seharusnya tidak didorong untuk berdoa, karena hal ini justru dapat menyebabkan penurunan kesehatan mental.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya