she.id

Menjadi Muslimah Yang Percaya Diri Tanpa Harus Menyakiti

Menjadi Muslimah Yang Percaya Diri Tanpa Harus Menyakiti
Ilustrasi Sekelompok Muslimah Muda. (Foto: dailyherald.com)

She - Seorang Muslimah hendaknya memahami hakikat kemuliaan dalam Islam.

Ini bukan soal kecantikan, kemolekan tubuh, kecerdasan, atau deretan angka yang terlihat di layar mesin atm yang menandakai posisi status ekonomi. Ini jauh berbeda dari itu semua.

Menjadi Muslim, artinya kita harus meyakini bahwa keimanan dan ketakwaanlah yang menentukan derajat kemuliaan seorang hamba di hadapan Allah Swt.

Karena itulah, ketika kita berhijab, maka hijab betul-betul menjadi penyemangat agar kita menjadi muslimah yang percaya diri.

Dengan hijab, kita percaya diri bahwa kemuliaan tidak diukur dari gemilang prestasi dan gelimang harta duniawi semata.

Memang benar bahwa kita harus mampu menjadi pribadi yang berdaya di dunia, agar eksistensi kita adalah menjadi pembawa kebaikan dan manfaat bagi orang lain.

Tapi jangan sampai kita menjadi minder karena sibuk memandingkan diri kita dengan orang lain yang memiliki influence dalam skala luas.

Tengok kembali dan penuhi kepala dan hati kita dengan rasa syukur. Jika telah menikah, ketika bisa membahagiakan pasangan, saat itulah kita bisa merasa percaya diri.

Jika telah memiliki buah hati, ketika mereka tumbuh sehat fisik dan mental, saat itulah kita bisa merasa percaya diri. Jika kita masih berstatus lajang, ketika kita dapat berbakti kepada orangtua dan menjalani hidup dengan penuh optimisme, saat itulah kita bisa merasa percaya diri.

Namun yang perlu kita ingat adalah kepercayaan diri yang sudah terbangun itu tidak boleh menyakiti hati orang lain. Artinya, tidak perlulah kita bersombong diri ‘memaksa’ dunia untuk tahu tentang percaya diri kita yang tinggi.

Tak perlulah kita memamerkan betapa ibadah kita terasa nikmat, karena sontak berkurang begitu kita memutuskan untuk riya. Tak perlu juga kita menyindir atau mengkritik tajam orang lain untuk memperlihatkan luasnya ilmu dan keterampilan kita. Percaya diri tidak harus menyakiti.

Dengan hijab jugalah, kita percaya diri bahwa kita sedang mengejar janji Allah: surga sebagai balasan hamba yang menjadikan dunia sebagai jalan istiqamah dan ketakwaan.

Maka kita tidak minder menghadapi manusia lain yang mendewakan kemodernan zaman dalam berbagai tatanan gaya hidup. Mulai dari fashion, gadget, rumah, mobil, traveling, hingga kuliner.

Namun tentu saja, tampil percaya diri dengan jati diri Muslimah dan gaya hidup islami di zaman supermodern ini tentu tak semudah mengucapkannya.

Cap kudet, oldies, kuno, kaku, kurang gaul, dan sebagainya dengan mudah bisa merontokkan  kepercayaan diri tadi. Perlahan tapi pasti, Islam menjadi “urusan saya dengan Tuhan yang tidak perlu saya perlihatkan di kehidupan sosial sehari-hari”.

Relakah kita kehilangan kepercayaan diri yang hakiki demi terjerat rasa pede yang semu?

Bukankah sudah banyak contoh betapa gelimang keindahan dunia tidak menjamin kemewahan hati, tapi justru membuat hati menjadi hampa?

Dalam surah Ali Imran ayat 139, Allah Swt. bersabda, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman.”

Ayat tersebut merupakan kalimat penyemangat sekaligus perintah Allah bagi kaum Muslimin untuk segera move on dan kembali percaya diri dengan kekuatan mereka, setelah mereka dikalahkan kafir Quraisy dalam perang Uhud.

Jangan sampai kekalahan tersebut membuat kaum Muslimin terpuruk hingga tidak mampu berpikir jernih untuk menerapkan strategi terjitu dalam peperangan selanjutnya.

Baca Juga: Ini Buktinya Jika Ingin Awet Muda Dengan Rutin Mengkonsumsi Jahe
Sebelum Hamil Calon Ibu Harus Perhatikan Dua Hal Ini

Ayat di atas selayaknya juga menjadi cambuk bagi kita, Muslim yang hidup di era teknologi informasi ini, untuk bisa percaya diri dengan keimanan dan ketakwaan kita.

Percaya diri untuk bisa berdiri tegak menegakkan Islam sebagai gaya hidup, percaya diri hanya karena Allah Swt., sekalipun kita tidak dianggap sebagai orang sukses di mata manusia lain. Dan yakinlah, kita bisa percaya diri tanpa harus menyakiti.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya