she.id

Fatima Ali, Koki Kesayangan Amerika Yang Meninggal di Usia 29

Fatima Ali, Koki Kesayangan Amerika Yang Meninggal di Usia 29
Berbagi kisah hidup yang menginspirasi banyak orang (ellentube)

She - Kemunculannya awal November 2018 di Ellen Show tentang vonis dokter yang mengatakan sisa hidupnya hanya tinggal satu tahun begitu mengharukan sekaligus menginspirasi.

Fatima Ali memilih untuk berjuang melawan kanker dengan melakukan semua proses pengobatan yang diperlukan. Dia menyatakan rasa syukurnya karena dikelilingi keluarga dan sahabat yang membawa positive vibe.

Berawal dari rasa nyeri pada pundak kiri yang sebenarnya sudah terasa sejak beberapa bulan sebelumya, namun dia memilih tidak menghiraukannya. Ternyata, dokter menyatakan kondisi tersebut sangat serius dan membutuhkan dukungan keluarga untuk melaluinya.

Pada Januari 2018, Fati (panggilan akrabnya) telah melakukan kemoterapi dan operasi pengangkatan tumor beserta sel-selnya yang ada di pundak kiri.

Dokter menyatakan bahwa Fati sudah terbebas dari kanker pada Juli 2018. Namun di bulan Oktober, kanker itu didiagnosis kembali. Kemoterapi tidak membawa hasil. Kankernya divonis dokter berada dalam fase terminal. Dalam kedokteran, istilah terminal berarti kondisi sakit yang tidak memiliki harapan sembuh. Bahkan, dokter memvonis Fati hanya memiliki sisa hidup satu tahun.

Saat Ellen menanyakan tentang apa rencana Fatima setelah mendengar vonis dokter, perempuan kelahiran Pakistan, 8 Agustus 1989 itu langsung menjawab bahwa hadir di Ellen Show adalah salah satu dari bucket list yang sudah terwujud. Fatima juga menyatakan keinginannya untuk menyantap makanan lezat di restoran-restoran di Eropa, melanglang buana ke Italia, Spanyol, Perancis, dan safari di Afrika.

Dalam kesempatan itu, Ellen menyerahkan cek senilai 50 ribu USD untuk Fatima bisa mewujudkan bucket list-nya berkeliling dunia.

Fatima Ali adalah koki yang tergabung dalam kompetisi memasak Top Chef season 15 (Desember 2017-Maret 2018). Dia berada di peringkat 7 dan tereliminasi pada episode ke-9. Namun, di akhir season, ia terpilih menjadi Fan Favorite. Sosok berdarah Pakistan itu dikenal memiliki “fun personality and excellent cooking”.

Ayahnya, Ashtar Ausaf Ali, adalah seorang pengacara sekaligus jaksa. Sedangkan ibunya, Farezah Durrani, adalah seorang guru. Fatima belajar memasak dari ayahnya, neneknya, dan juru masak di keluarganya bernama Qadir.

Di usia 18 tahun, Fatima Ali rela meninggalkan kampung halamannya demi mengejar mimpi menjadi koki. Dia masuk Culinary Institute of America dan lulus di tahun 2011. Fati kemudian bekerja di banyak restoran ternama di New York. Di tahun 2012, Fati menjadi kontestan dalam satu episode Chopped, kompetisi memasak di Food Network, dan dia memenangkannya .

Saat awal masuk Top Chef, Fati sempat ragu untuk memasak hidangan Pakistan. “Saya tidak yakin dewan juri akan suka jenis makanan tersebut, tapi ternyata mereka menyukainya, dan itu membuat saya makin yakin dalam memasak,” kata koki yang memiliki cita-cita membuka restorannya sendiri di New York.

Baca Juga: Membaca Alquran Dapat Mencegah Alzheimer dan Pikun
Divonis Lumpuh Otak, Namun Hafal Alquran Hingga Letak Halaman
Caption Serius Fitrop Menanti Si Buah Hati, Banjir Doa Warganet

Fatima telah berjuang melawan Ewing’s Sarcoma atau Sarkoma Ewing sejak akhir 2017. Sarkoma Ewing adalah jenis kanker tulang terbilang cukup langka. Yaitu kondisi ketika tumor menyerang tulang dan jaringan lunak, biasanya pada tulang di kaki, lengan, dada, pelvis, dan tengkorak. Penyakit ini umumya menyerang anak-anak dan laki-laki berkulit putih.

Fati terakhir mengunggah foto di akun Instagramnya @cheffati pada 10 Januari 2019. Dari atas tempat tidur di rumah sakit, Fati tersenyum ke arah kamera. Dia menulis caption yang begitu mengharukan.

I'm sick and unfortunately I'm getting sicker. Right now all I need are prayers; prayers that are simple. I hope, because a wish is putting on too much responsibility on the other, that you will somehow find forgiveness in your big heart for whenever I must have hurt you. I thank you a million times over for when you have given me joy. I'll try to keep everyone updated the best that I possibly can."

Fati meninggal di rumah keluarganya di San Marino, California, pada 25 Januari 2019. Mendengar kabar itu, Ellen DeGeneres dalam twitternya menulis, "I was lucky to share this visit with Fatima. I wish I could have shared more. Sending so much love to her family. I hope they find comfort in knowing how much light she brought to the world."

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya