she.id

Keharusan Pilih-Pilih Teman dalam Islam

Keharusan Pilih-Pilih Teman dalam Islam
Jangan sembarangan memilih teman (@husnaazm)

She - Bergaul sejatinya memang tidak pandang bulu. Tidak peduli warna kulit, ras, agama, juga status ekonomi dan status sosial. Namun lain halnya jika bicara tentang teman. Dalam Islam, kita diharuskan pintar memilih teman.

Keharusan pilih-pilih teman ini tentu saja berkaitan dengan kewajiban kita sebagai manusia di dunia. Hakikat keberadaan kita di dunia yang fana ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Pekerjaan dan aktivitas lainnya yang kita lakukan semasa hidup adalah dalam rangka untuk beribadah.

Tidak mudah untuk stick to the Islamic rules di tengah ingar-bingar dunia yang begitu melenakan hati. Banyak sekali godaan yang menghampiri, membujuk kita untuk menjauh dari hal-hal yang diridai Allah. Gemerlap harta, hura-hura, juga sikap konsumtif yang mubazir, begitu lekat dengan kehidupan seorang Muslim. Semua siap ‘menerkam’ keimanan dan keislaman yang kerap naik turun.

Karena itulah, kita harus sadar betapa pentingnya memiliki teman yang selalu mampu mengarahkan kita kembali ke jalan Allah. Begitu kita terlena, teman itulah yang akan menyadarkan kita. ‘Menampar’ kita untuk kembali sadar bahwa dunia bersifat sementara. Yang abadi hanyalah akhirat.

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagian dari mereka menjadi musuh bagi yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Lantas, bagaimana cara kita memilih teman?

Baca Juga: Epic, 7 Tempat Nyata Seperti di Negeri Dongeng
Kisah Hijaber Indonesia yang Hobi Naik Gunung dan Menyelam

Fokuslah pada iman dan Islam kita. Jangan pernah memasukkan status sosial atau status ekonomi sebagai alasan kita memilih seseorang menjadi teman. Ketika kita bisa merasa nyaman untuk berkeluh kesah dan bisa menerima semua saran dan masukannya, maka dialah yang terbaik untuk menemani langkah kita di dunia.

Ikatan dengan sahabat terbaik yang kita miliki di dunia akan terjalin dan mengalir dalam darah kita. We’re stick together. Karena kita mengetahui, ikatan itu terjalin karena Allah. Tidak lelah untuk saling mengingatkan. Tidak enggan menawarkan bahu untuk bersandar. Tidak pelit untuk saling memberi semangat.

Berpijaklah pada ukhuwah, persaudaraan dalam Islam yang bertujuan satu: menggapai keridaan Allah Swt. Ukhuwah yang sejati tidak akan pernah mengkhianati. Ukhuwah adalah teman-teman yang mampu menjadi pengingat tapi juga tidak mengekang kita untuk bertumbuh dan bereksplorasi. Jadi, dunia akan bisa kita jalani sebaik mungkin tanpa harus kehilangan arah menuju keindahan di akhirat. Insya Allah.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya