she.id

Apakah Gajimu di Bawah Standar?

Apakah Gajimu di Bawah Standar?
Yang terpenting adalah membuat perencanaan keuangan. (debtbusters)

She - Jika kamu harus menjawab pertanyaan “apakah gajimu di bawah standar?”, ada banyak faktor yang bisa dijadikan ‘pedoman’ untuk menjawabnya. Dan untuk bisa menjawabnya, kamu juga harus memahami diri sendiri dengan lebih bijak.

Pertama, lingkungan. Kamu merasa baik-baik saja dengan pemasukan yang kamu terima setiap bulan, tapi ternyata bagi teman-temanmu, jumlah itu tergolong kecil. Lambat-laun, kamu pun ikut terbawa omongan teman hingga mulai merasa tidak cukup dengan apa yang kamu terima.

Kedua, gaya hidup. Dalam roda kehidupan yang selalu berputar ini, ada banyak sudut pandang yang bisa dipilih untuk memilih “cukup atau tidak cukup”.

Ada restoran fine dining di dalam hotel bintang lima, ada warung makan Sunda di dalam gang sempit. Ada baju dari brand internasional, ada baju buatan konveksi di kampung sebelah. Ada kosmetik impor keluaran Amerika, ada kosmetik buatan lokal yang terjamin halal. Gajimu menjadi di bawah standar tergantung pilihan yang kamu buat.

Ketiga, selalu melihat ke atas. Jika itu yang kamu lakukan dalam urusan uang, maka berapa pun gajimu tentu akan kamu anggap di bawah standar. Kamu hanya bisa mendongakkan kepala dan melihat betapa senangnya orang lain dapat membeli ini dan itu, pergi ke sana-sini, dan memiliki berbagai kemewahan.

Kamu lupa untuk ‘memejamkan’ mata dan menajamkan hati. Bukankah apa yang kamu miliki sudah bisa mencukupi kebutuhanmu? Bukankah pemasukan yang kamu dapat sudah bisa kamu tabung untuk kepentingan masa depanmu?

Baca Juga: Mencium Makanan Bikin Berat Badan Naik, Masa Sih?
3 Aksesoris Ini Jadikan Glamor Outfit Hijabmu

Dalam urusan finansial, yang terpenting adalah membuat perencanaan keuangan kemudian stick to the plan. Jika itu sudah kamu lakukan, kamu akan merasakan tidak ada masalah finansial yang disebabkan oleh jumlah pemasukan bulananmu.

Namun demikian, jika kamu merasa sudah meraih banyak prestasi dalam pekerjaanmu dan itu diakui secara profesional oleh jajaran pimpinan dan terbukti di atas kertas, sah-sah saja merasa you deserve it. Tidak ada salahnya meminta perusahaan untuk lebih menghargai kerja kerasmu dalam bentuk promosi atau kenaikan gaji.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya