she.id

10 Makanan Kontroversial di Dunia
Makanan kontroversial yang berdampak buruk bagi lingkungan.

She - Menyoal makanan yang kita makan apakah kita sudah sampai pada tahap memperhatikan berasal dari mana dan bagaimana prosesnya sampai di tangan kita? Banyak makanan yang kita sukai bahkan dikategorikan makanan sehat nyatanya masih menjadi perdebatan soal bagaimana makanan itu diproduksi dan dikonsumsi manusia setiap hari.  

Penggundulan hutan, polusi, kekurangan air dan pekerja anak adalah salah satu isu yang sering terjadi terkait produksi makanan secara besar-besaran. Bagaimana kita meyakini bahwa satu jenis makanan itu baik atau buruk bagi masyarakat dan kelestarian bumi yang kita tempati.

Dikutip dari theguardian (20/11), Tim Lang, profesor kebijakan pangan di City University of London yang juga penulis buku Sustainable Diets, menyebutkan beberapa produk makanan kontroversial baik yang dapat merusak kesehatan maupun yang mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Alpukat

Permintaan besar-besaran terhadap buah alpukat di seluruh dunia ternyata menimbulkan banyak masalah. Alpukat yang selalu jadi referensi sebagai makanan sehat ternyata jadi salah satu penyebab adanya penebangan liar yang menjadikan hutan sebagai lahan baru pertanian alpukat.

Chile sebagai negara pemasok alpukat terbesar di Inggris mengakibatkan petani setempat kekurangan air akibat sungai-sungai banyak mengalami kekeringan setelah airnya banyak digunakan untuk lahan alpukat.

Salad Kemasan

Salad yang dikemas dalam plastik adalah jenis makanan yang sering dibuang. Sekitar 40% dari salad dalam kantong kemasan yang beli konsumen setiap tahun di Inggris dibuang. Hal ini terjadi karena konsumen sering membelinya tanpa mempertimbangkan berapa jumlah kebutuhan dari makanan yang mereka beli.

 Untuk mengurangi salad terbuang sia-sia ada baiknya membeli selada atau sayuran utuh lainnya untuk dibuat salad sendiri di rumah.

Daging Sapi

Permasalahan utama terhadap daging sapi berputar di sekitar gas rumah kaca. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), sapi yang diternakkan untuk daging sapi dan susu adalah hewan yang paling bertanggung jawab atas emisi akibat gas yang ditimbulkannya.

Ikan Kod

populasi ikan kod saat ini semakin mengkhawatirkan akibat eksploitasi secara massif.  Ikan kod merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dimakan. Hati ikan kod diproses untuk memproduksi minyak hati kod. Bersama dengan ikan haddock dan plaice, Ikan kod merupakan salah satu ikan yang umum dijadikan fish and chips.

Mentega Kacang dan Minyak Sawit

Hal pertama yang harus Anda tanyakan ketika menkonsumsi mentega kacang adalah apakah bebas dari minyak kelapa sawit? Kelapa sawit adalah salah satu pendorong terbesar deforestasi global (penebangan hutan), meski ada perusahaan yang menyatakan adanya sumber daya yang berkelanjutan, namun Lang dan Blythman tidak yakin sejauh mana minyak kelapa sawit berkelanjutan bersertifikasi mengurangi deforestasi.

Susu

Peternakan sapi menyumbang 18 persen pemanasan global. Gas yang juga dihasilkan oleh kotoran ternak 296 kali lebih berpotensi menimbulkan gas rumah kaca daripada gas karbondioksida. Sebuah Penelitian di Meksiko menunjukkan bahwa satu kilogram susu bubuk dihasilkan dari 12,5 meter persegi hutan tropis. Habisnya hutan tropis ini menjadi penyebab kerusakan lapisan ozon.


Kedelai

Merujuk kepad studi Climate Focus yang berbasiskan data Europe Commision (2013), dan Henders (2015), deforestasi dipicu kegiatan peternakan sapi dalam skala besar. Disusul tanaman kedelai dan gandum yang aktif membuka hutan untuk lahan pertanian.

Selain itu, hadirnya tanaman kedelai  transgenik menimbulkan kontroversi masyarakat dunia karena sebagian masyarakat khawatir apabila tanaman tersebut akan mengganggu keseimbangan lingkungan, membahayakan kesehatan manusia, dan memengaruhi perekonomian global.

Dari segi kesehatan, tanaman transgenik disinyalir dapat menyebabkan keracunan bagi manusia. Tanaman transgenik tahan hama yang disisipi gen Bt ternyata tidak hanya bersifat racun terhadap serangga tetapi juga pada manusia. 

Gurita

Di satu sisi, gurita sangat cerdas dan ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa gurita bisa mengalami rasa sakit. Kemungkinan gurita merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata. Kecerdasan gurita sering menjadi bahan perdebatan di kalangan ahli biologi.

Hasil percobaan mencari jalan di dalam maze dan memecahkan masalah menunjukkan bahwa gurita mempunyai ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang, walaupun masa hidup gurita yang singkat membuat pengetahuan yang bisa dipelajari gurita menjadi terbatas.

Di beberapa negara, gurita termasuk hewan percobaan yang tidak boleh dibedah tanpa anestesi. Di Britania Raya, Cephalopoda seperti gurita termasuk hewan yang dilindungi Animals (Scientific Procedures) Act 1986 dan undang-undang anti kekejaman terhadap binatang. Walaupun tidak bertulang belakang, gurita sebagai hewan percobaan mendapat perlindungan yang sama seperti halnya hewan bertulang belakang yang lain.

Baca Juga: Awas, Penyakit Jantung Incar Milenial
Benarkah Yoga Bisa Atasi Masalah Kulit?

Udang

Menurut ahli biologi J. Boone Kauffman, sekitar 100 gram udang produksi di tambak-tambak di Asia melepas 198 kilogram karbondioksida ke udara. Maka sekitar 454 gram udang beku akan menghasilkan satu ton karbondioksida.

Kauffman adalah peneliti dari Oregon State University dan melakukan penelitiannya di tambak-tambak udang di Indonesia. Di beberapa negara seperti Thailand, Sri Lanka dan Madagaskar. Udang besar banyak diternakkan di perairan hangat dengan produksi yang dapat menimbulkan kerusakan rawa-rawa bakau.

 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya