she.id

Salut, Dai Asal Cirebon Jadi Duta Perdamaian & Dakwah ke Inggris

Salut, Dai Asal Cirebon Jadi Duta Perdamaian & Dakwah ke Inggris
Berdakwah hingga ke negeri Ratu Elizabeth (syekhnurjati.ac.id)

She - Alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Hassan Al-Banna, terpilih menjadi salah satu Duta Perdamaian yang dikirim berdakwah ke Inggris. Hassan merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Keberangkatan Hassan merupakan bagian dari program “English for Ulama” yang digagas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dilansir dari laman resmi IAIN Syekh Nurjati, web.syekhnurjati.ac.id, Hassan adalah lulusan S2 Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Syekh Nurjati. Bersama empat dai lain, mereka disebar ke London, Bristol, Glasgow, Manchester, dan Birmingham.

“Di sana, kami melakukan sharing budaya dan berdakwah tentang keindahan Islam. Kegiatan sharing dilakukan dengan tokoh lintas agama. Alhamdulillah, sambutannya luar biasa baik,” jelas Hassan

Hassan sekaligus menjadi kandidat “English for Ulama” untuk berangkat ke Amerika tahun depan.

“Saya katakan bahwa terorisme bukan hanya Islam (pelakunya), tapi di negara mayoritas (penduduk) nonMuslim juga banyak terjadi,” tambah Hassan.

Terpilihnya Hassan diapresiasi oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag. Keberhasilan itu menurut Rektor, bukan hanya membawa nama baik kampus melainkan juga sebuah jalan untuk mengenalkan Islam yang rahmatan lil alamin. Termasuk juga membawa nama Cirebon sebagai Kota Wali ke seluruh dunia.

Cirebon, dalam perspektif sejarah, dibangun oleh Sunan Gunung Jati, salah satu di antara Wali Songo. Sunan Gunung Jati berhasil membangun sebuah kota dengan masyarakat Muslim yang hidup nyaman berdampingan dengan penganut agama lain.

Baca Juga: Jadi Stafsus Jokowi, Angkie Yudistia Runtuhkan Stigma Disabilitas
Putri Tanjung, Suarakan Pentingnya Pendidikan dan Kerja Keras

Rektor Sumanta juga menambahkan bahwa nilai yang dianut masyarakat Cirebon adalah syiar Islam yang sejuk, ramah, dan tidak menggunakan kekerasan. Para Wali mampu mengompromikan agama dan budaya di sekelilingnya sehingga tidak terjadi konflik.

Rektor berharap sosok Hassan dapat menjadi teladan yang menginspirasi lahirnya “Hassan-Hassan” lain yang optimis untuk berdakwah hingga ke mancanegara.

 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya