she.id

Pidato Nadiem Makarim Untuk Hari Guru Nasional, Isinya Beda!

Pidato Nadiem Makarim Untuk Hari Guru Nasional, Isinya Beda!
Nadiem Makarim saat serah terima jabatan Mendikbud 23 Oktober 2019 (foto: Fuji Rachman)

She - Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap tanggal 25 November. Namun, belum juga peringatan tersebut digelar, naskah pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim sudah viral di jagat maya.

Melalui laman resmi kemdikbud.go.id, Kemendikbud resmi merilis pidato Menteri Nadiem.

Nadiem menyebut pidatonya tersebut “sedikit berbeda” karena ia menyadari betapa mulianya peran guru sekaligus mengakui betapa sulitnya menjadi guru di zaman sekarang. Nadiem menjabarkan kegelisahan yang banyak dirasakan para guru di Tanah Air.

Dalam pidato tersebut, Nadiem memberikan lima arahan untuk para guru, agar mereka bisa tetap kreatif dan inovatif di tengah era persaingan yang sangat ketat sekarang ini.

Lima arahan tersebut merupakan usulan konkret yang langsung bisa diaplikasikan oleh para guru. Bukan retorika. Dan bukan sekadar instruksi yang memerlukan jalur birokrasi panjang untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Salut, Dai Asal Cirebon Jadi Duta Perdamaian & Dakwah ke Inggris
Jadi Stafsus Jokowi, Angkie Yudistia Runtuhkan Stigma Disabilitas

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Rahayu,
Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan lbu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mahon maaf, tetapl hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi, lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dan dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memllikl kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengatahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinsplrasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat Janji-Janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di lndonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir darl guru. Jangan menunggu aba-aba, tangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

  1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
    2. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
    3. Cetuskan proyek bakti sosialyang melibatkan seluruh kelas.
    4. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
    5. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom,
Om Santi Santi Om,
Namo Buddhaya,
Rahayu.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya