she.id

Arvilla Delitriana dan Jembatan Lengkung Terpanjang di Dunia

Arvilla Delitriana dan Jembatan Lengkung Terpanjang di Dunia
Kartini Indonesia di balik pembangunan jembatan lengkung LRT (google)

She - Jembatan lengkung terpanjang di dunia ada di Indonesia. Dengan panjang 148 meter dan radius lengkung sepanjang 115 meter, Jembatan ini difungsikan untuk lalu lintas LRT di kawasan Jabodebek. Jembatan ini sukses memecahkan rekor dunia.

Lebih hebat lagi, penggagas jembatan lengkung tersebut adalah seorang perempuan Indonesia, Arvilla Delitriana.

Perempuan kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara itu adalah lulusan Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Bersama timnya, dia fokus untuk menyelesaikan pembangunan jembatan yang ditargetkan tahun 2021 itu. Rata-rata pembangunan jembatan di beberapa titik sudah rampung di atas 50% bahkan ada yang hampir 90% pada November 2019 ini.

Long span LRT Indonesia yang digadang jadi jembatan lengkung terpanjang di dunia oleh Menteri BUMN (Instagram @erickthohir)

Ide awal pembangunan jembatan lengkung disambut pesimis konsultan dari tiga negara; Jepang, Korea, dan Perancis. Ketiga negara yang dikenal sebagai “jagoan” pembuat jembatan itu menganggap bahwa projek tersebut tidak akan bisa direalisasikan.

Mereka mempertanyakan tentang penyambungan jembatan yang dinilai mustahil karena bentuknya yang melengkung. Belum lagi berat jembatan sebesar 9688 ton tersebut direncanakan terhampar tanpa penyangga di atas jalan tol. Berat jembatan itu setara dengan lima pesawat Airbus A 380 atau tiga patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Wow!

Menurut para konsultan asing, belum ada yang membuat jembatan lengkung di dunia yang berarti belum ada contohnya. Wah, kata-kata itu tentu membuat geram anak bangsa, seolah orang Indonesia hanya bisa jadi peniru.

Dina, panggilan akrab Arvilla, juga bercerita tentang awal pertemuannya dengan konsultan asal Perancis. Konsultan itu menanyakan hal yang dinilainya sangat meremehkan orang Indonesia. “Mereka bertanya kepada saya: Anda bisa desain jembatan?” kata Dina.

Dina lantas menunjukkan slide-slide yang dia bawa. Rancangan Dina sempat menimbulkan pertentangan hingga akhirnya perusahaan konstruksi Adhi Karya percaya bahwa rancangannya bisa dikerjakan. Setelah itu barulah pihak konsultan Perancis sepakat bahwa ide yang digagas Dina memang layak dan terukur untuk dikerjakan.

Sejak ide awal hingga pembangunan dimulai, prosesnya memakan waktu dua tahun. Selain harus lolos dari penilaian konsultan, rancangan tersebut juga harus mendapat sertifikasi layak desain dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan atau KKJTJ.

Dielukkan masyarakat, perempuan yang lahir 23 April 1970 itu mengaku dia belajar banyak dari seniornya, Prof. Jodi Firmansyah, pakar jalan dan jembatan Fakultas Teknik Sipil ITB. Menurutnya, sang “master” (Prof. Jodi) pernah bekerja sama dengan BJ. Habibie dalam pembuatan jembatan di Batam. “Dan ilmu itu ‘dititiskan’ kepada saya,” ujar Muslimah berhijab ini.

Sebelum memecahkan rekor dunia dengan merancang jembatan lengkung terpanjang, Dina sudah berhasil membangun beberapa jembatan di berbagai daerah. Tiga di antaranya adalah Jembatan Kalikuto di Semarang dan Jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II di Riau.

Baca Juga: #SHEISINSPIRING: Pebalap Ayustina Priatna Siap Hadapi SEA Games
Inilah Tiara, Masinis MRT Perempuan Pertama di Ibu Kota

Pemberian sertifikat dalam Workshop Jembatan Lengkung LRT (foto: Kementerian PUPR)

Untuk belajar dari sosok Dina yang berhasil membuktikan kemampuannya, tidak pantang menyerah, dan tidak ciut nyali meski dipandang sebelah mata oleh para konsultan asing, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Workshop Jembatan Lengkung LRTpada Jumat (29/11/19).

Sebanyak 1000 insinyur dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan sharing dengan para ahli desainer dan spesialist perancang jembatan LRT tersebut.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya