she.id

Protes Muslim Uighur, TikTok Minta Maaf Hapus Video Feroza Aziz

Protes Muslim Uighur, TikTok Minta Maaf Hapus Video Feroza Aziz
Remaja AS 17 tahun ini memprotes Beijing terkait minoritas Muslim di tengah video makeup tutorialnya (TikTok)

She - Feroza Aziz akkhirnya bisa kembali aktif di jaringan sosial dan platform video musik asal China, TikTok setelah satu bulan akunnya tidak bisa digunakan. Remaja asal Amerika Serikat itu mengunggah sebuah video tutorial makeup cara mengeriting bulu mata. Namun di tengah video, ia justru meluapkan  kecaman atas penahanan massal etnik Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang.

Dalam videonya, Feroza menuduh Beijing melemparkan etnis minoritas lain di kamp konsentrasi dan menyebutnya sebagai tindakan holocaust.

"Mereka melemparkan Muslim yang tak bersalah ke sana, memisahkan keluarganya, menculik, membunuh, memperkosa mereka," ujarnya.

Feroza juga mengklaim Muslim di sana dipaksa untuk berpindah keyakinan. Jika tak bersedia melakukannya, mereka akan dibunuh. "Mereka yang masuk ke sana tidak akan kembali. Ini adalah holocaust lain, namun belum ada yang membicarakannya. Mari waspada dan sebarkan ini," tegasnya.

Saya tidak takut TikTok kata Feroza saat diwawancarai BBC (YouTube Channel BBC News)

Tak lama setelah videonya beredar, Feroza mengaku telah diblokir TikTok. Dia kemudian menulis di Twitter pada hari Rabu (27/11/2019) bahwa videonya telah dihapus pihak TikTok.

Menanggapi cuitan Feroza, dalam pernyataan yang dipublikasikan, TikTok berjanji akan memulihkan kembali akun “Just 17 Muslim” Feroza sesegera mungkin. "Kami ingin meminta maaf kepada pengguna atas kesalahan kami," kata Eric Han, Kepala Keselamatan aplikasi TikTok mengutip Reuters.

TikTok berjanji mengevaluasi kembali kebijakannya setelah Feroza menyampaikan kekhawatiran telah menjadi korban penyensoran oleh aplikasi media sosial milik perusahaan China tersebut.

TikTok juga mengakui bahwa video Feroza terkait China dihapus selama 50 menit dengan alasan ada kesalahan faktor manusia.

Namun langkah Tik Tok tidak lantas membuat Feroza puas. Dia kembali menulis tweet bahwa dia tidak menerima penjelasan perusahaan.

"Apakah saya harus percaya bahwa mereka menghapusnya karena video satir tidak terkait yang telah saya hapus dari akun saya sebelumnya? Tepat setelah saya mengunggah tiga video tentang Uighur? Tidak," tulis Feroza.

Baca Juga: Trending di Youtube Deddy Corbuzier, Agnez Tegaskan Ini
Lagu Tell Me Why Tetap Viral Setelah 17 Tahun!

Kelompok-kelompok HAM mengatakan lebih dari satu juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya sebagian besar telah dimasukan ke dalam kam-kamp konsentrasi di seluruh wilayah Xinjiang.

China awalnya menyangkal keberadaan kamp-kamp itu. Namun, pada akhirnya mengakui keberadaannya dan mengklaimnya sebagai sekolah kejuruan yang bertujuan meredam daya tarik ekstremisme dan terorisme melalui pendidikan dan pelatihan kerja.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya