she.id

Mengapa Wanita Lebih Sulit Move On Setelah Putus Cinta?

Mengapa Wanita Lebih Sulit Move On Setelah Putus Cinta?
Ilustrasi sedih (Shutterstock)

She - Bagi sebagian wanita, move on setelah putus cinta ternyata jauh lebih sulit ketimbang pria. Penyebabnya karena wanita adalah makhluk yang emosional. Seperti diungkap konselor percintaan Dr. Rajan Bhonsle, bagi kebanyakan wanita, jatuh cinta adalah proses yang perlahan dan bertahap.

Ketertarikan wanita kepada pria terbentuk dalam waktu yang lama seiring dia mulai mencintai, mengenali, dan memahami lawan jenisnya. Dia memupuk perasaan cintanya, itulah sebabnya kegagalan percintaan atau perselingkuhan lebih menyakitkan bagi wanita.

Sebuah jurnal penelitian berjudul Gender and Emotional Expressiveness: An Analysis of Prosodic Features in Emotional Expression menyatakan bahwa wanita dapat mengekspresikan perasaannya secara langsung karena lebih diterima oleh masyarakat.

Baca Juga: 3 Pesan Indah Surah Maryam: You’re Not Alone!
Begini Cara Sederhana Bahagiakan Suami, Penting Dibaca Para Istri

Sama halnya seperti pernyataan psikoterapis Dr. Reema Shah, bahwa urusan perasaan tidak bisa digeneralisasikan. Menurutnya, perbedaan cara pria dan wanita dalam mengatasi masalah percintaan bukan karena gender, tapi lebih kepada kondisi sosial.

Wanita bersikap ekspresif karena ada semacam persetujuan sosial yang lebih menerima sikap emosional mereka secara terbuka. Karena ekspresinya terlihat, orang jadi berpikir kalau wanita lebih sulit melupakan sakit hati.

Sementara pria tidak bisa terlalu mengumbar kegagalan cintanya ke publik seperti yang bisa dilakukan wanita. Sebabnya karena kurang diterima secara sosial, seperti takut dianggap cengeng dan tidak tegar. Otak pria juga memiliki kemampuan untuk memisahkan data lebih baik dari otak wanita. Artinya, mereka bisa lebih cepat kembali ke rutinitas harian seperti biasa, meskipun mungkin masih terbayang sosok mantan kekasihnya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya