she.id

Hormon Tak Seimbang, Siklus Haid Berantakan

Hormon Tak Seimbang, Siklus Haid Berantakan
hormon tidak seimbang, foto: gettyimages

She - Ada dua hormon yang paling berpengaruh terhadap siklus menstruasi pada perempuan, yaitu hormon estrogen dan hormon progresteron. Kedua hormon ini sama-sama terkait dengan sistem reproduksi.

Hormon estrogen diproduksi oleh kelenjar adrenal dalam jumlah kecil pada wanita, hormon estrogen dihasilkan oleh ovarium. Namun saat hamil, perempuan lebih banyak mendapatkan hormon ini dari plasenta atau ari-ari.

Hormon estrogen berperan terhadap perubahan fisik seperti tumbuhnya payudara, rambut kemaluan dan bulu ketiak, serta menyebabkan terjadinya menstruasi pertama, yang juga kemudian mengatur siklus-siklus menstruasi selanjutnya.

Sementara hormon progresteron adalah hormon seks perempuan yang berfungsi menjaga kehamilan dan tumbuh kembang embrio. Progesteron juga berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi dengan mengendalikan pertumbuhan jaringan dinding rahim (endometrium). Pada ibu hamil, progesteron diproduksi oleh plasenta.

Progesteron berperan dalam mempersiapkan rahim sebagai tempat tumbuhnya janin. Progesteron, bersama dengan estrogen, juga mengubah lendir leher rahim menjadi lebih kental dan menebal di awal masa kehamilan.

Baca Juga: Ternyata Hujan Adalah Obat Alami Penghilang Stres
Masker Telur, Juaranya Bikin Rambut Sehat & Berkilau

Namun jika kedua hormon tersebut tidak seimbang, akan memicu sejumlah keluhan pada perempuan. Seperti haid tidak teratur, insomnia, kelelahan, mood swing, jerawat kronis, vagina kering, perubahan pada payudara, dan penambahan berat badan.

Yang paling sering terjadi akibat gangguan kedua hormon ini adalah haid yang tidak teratur. Normalnya siklus haid pada perempuan produktif rata-rata terjadi setiap 28 hari. Ada pula yang memiliki siklus haid sekitar 25 sampai 35 hari.

Salah satu gangguan haid yang banyak dialami perempuan usia reproduksi adalah Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK). Sindrom ini mengakibatkan gangguan pematangan telur hingga siklus haid menjadi lebih panjang (lebih dari 35 hari).

Hormon tidak seimbang bisa dipicu sejumlah faktor. Di antaranya adalah gaya hidup yang tidak teratur seperti pola makan yang tidak sehat, kurang berolahraga, pola diet yang salah, stres berlebihan, dan tidur yang tidak teratur.

Jika siklus menstruasi tidak teratur akibat hormon reproduksi yang tidak seimbang, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Lebih cepat diketahui penyebab ketidakseimbangan hormonmu, akan lebih cepat pula ditentukan terapi yang cocok untuk solusinya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya