she.id

Terdampak Global Warming, Air Terjun Victoria Mengering

Terdampak Global Warming, Air Terjun Victoria Mengering
air terjun victoria kering,foto: shuttersock

She - Gelombang panas yang terjadi di Zimbawe, Afrika Selatan mengakibatkan keringnya Air Terjun Victoria dan vegetasi di sekitarnya. Kekeringan yang melanda Zimbabwe menyurutkan air terjun terbesar di Zimbabwe ini yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Seperti dilansir The Guardian, Menyusutnya debit air ini bahkan mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah tempat yang sangat bergantung pada tenaga air dari pembangkit listrik bendungan Kariba, yang ada di sungai Zambezi di hulu air terjun. Kekeringan yang terjadi membuat kondisi masyarakat semakin mengkhawatirkan.

Air terjun Victoria menjadi salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi yang membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe

Air hampir tak terlihat di Air Terjun Victoria, Zimbabwe. (Foto: uk.glbnews.com)

Nama lokal dari air terjun ini adalah Mosi-oa-Tunya yang artinya asap menggelegar. Disebut demikian karena air terjun ini menciptakan suara gelegar yang besar dan menghasilkan kabut yang dapat terlihat dari kejauhan.

Air terjun ini memiliki lebar 1.708 meter dan tinggi 108 meter, satu setengah kali lebih lebar dan dua kali lebih tinggi daripada air terjun Niagara. Karena kecantikannya, UNESCO telah memasukkannya dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Dalam beberapa dekade terakhir, air terjun Victoria telah menarik jutaan wisatawan ke Zimbabwe dan Zambia karena pemandangannya yang menakjubkan.

Baca Juga: Mengenal Ombak Raksasa di Pantai Nazare Portugal
Mengenal Rumah Atsiri, Museum Minyak Wangi Indonesia

Tetapi, kekeringan yang terjadi dalam satu abad terakhir akibat perubahan iklim itu menyisakan air terjun berupa tetesan-tetesan air. Hal ini memicu kekhawatiran akan reputasi lokasi wisata terbesar di kawasan itu.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, ketika sudah kering, tidak sampai sejauh ini. Ini adalah pengalaman pertama kami melihatnya seperti ini,” kata Dominic Nyambe, penjual kerajinan wisata.

Kekeringan yang melanda Zimbabwe juga mengakibatkan sejumlah hewan mati. Tidak kurang dari 200 gajah mati di Taman Nasional Hwange yang luas, sejak Oktober 2019. Hewan lain seperti jerapah, kerbau, dan impala pun sekarat akibat hilangnya air di kawasan itu.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya