she.id

Anies Baswedan: Tanpa Narasi, Tak Akan Ada Aksi

Anies Baswedan: Tanpa Narasi, Tak Akan Ada Aksi
Gubernur DKI Jakarta membakar semangat millenials melalui Inspiring Speech bertajuk Pemimpin Inspiratif di MilenialFest 2019 (14/12/19) (foto: ovi/she.id)

She - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan pentingnya narasi untuk menghasilkan sebuah aksi. Hal itu disampaikan Anies saat mengisi sesi Inspiring Speech bertema “Pemimpin Sebagai Pencerita: Menggerakkan Melalui Narasi” dalam MilenialFest 2019 yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/19).

MilenialFest merupakan wadah kaderisasi pemimpin muda strategis berintegritasi yang berusaha mewujudkan Indonesia Maju.

Pengembangan kepemimpinan untuk insan milenial ini bertujuan membentuk pemimpin muda dengan profil integritas yang kuat dan memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. guna mewujudkan Indonesia berdaya serta menjadi rujukan peradaban dunia.

Di hadapan lebih dari 1000 millenials yang hadir, Anies menjelaskan bahwa selain sikap mengayomi, visioner, dan aksi nyata, ciri seorang pemimpin adalah harus memiliki followers yang diakui dan ditaati. Sekalipun orang tersebut berusia muda, ketika teman-teman sebayanya mengikuti perkataan dan perbuatannya, maka pemuda itu layak disebut pemimpin.

“Apa rumusnya untuk menjadi pemimpin masa depan? Maka orang lain harus mengikuti Anda," ujar Anies.

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, generasi muda memiliki kekuatan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. “Anak muda memang belum punya pengalaman. Namun dari situlah nilai lebihnya. Anak muda bisa mengatakan ‘saya tidak menawarkan masa lalu, tapi saya menawarkan masa depan,” ujar Anies yang disambut tepuk tangan para peserta MilenialFest 2019.

“Ketika kamu melamar kerja dan ditanya apa pengalamanmu? Kamu bisa mengatakan ‘saya tidak menawarkan masa lalu. Tapi jika Bapak ingin memiliki masa depan gemilang, Bapak harus mengajak saya bergabung ke perusahaan Bapak’,” kata Anies sembari tersenyum.

"Kepercayaan diri bisa didapatkan jika seseorang memiliki kompetensi, berintegritas, interaksi tinggi, dan mampu menekan kepentingan pribadinya”, ujarnya lagi.

Kepada kaum milenial, Anies menekankan satu hal penting yang tidak boleh diabaikan seorang pemimpin. Menurut Anies ada yang tak kalah penting dari kerja, yaitu narasi.

“Pemimpin harus punya gagasan cemerlang. Tapi gagasan itu tidak akan menjadi kerja atau aksi (action) tanpa narasi yang baik.”

Anies mengambil contoh aktivis lingkungan berusia 16 tahun Greta Thunberg asal Swedia yang menjadi Time’s Person of The Year karena ia berhasil menarasikan tekadnya memaksa para pemimpin dunia untuk peduli kerusakan lingkungan. Greta dikenal sebagai “Gadis Poster” yang membawa pesan pelestarian lingkungan.

Menurut Anies, jika kata-kata dianggap tidak lagi penting, maka media massa pasti tutup. Media online, bahkan media televisi sekali pun semua menghadirkan narasi. Karena itulah narasi menjadi penting untuk kemudian diwujudkan menjadi sebuah kerja nyata. Dari gagasan, dituangkan dalam narasi, lalu menjadi aksi. “You do that, you’ll own the future,” ujar Anies.

Baca Juga: MilenialFest 2019: Jadilah Leader, Bukan Sekadar Survivor Era 4.0
Rachel Vennya: Semua Orang Bisa Jadi Influencer!

Lebih dalam lagi, Anies menjelaskan pentingnya interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Anak muda yang tidak pernah keluar rumah selain pergi ke sekolah untuk belajar, maka dipastikan ia akan paceklik inspirasi. Karena itu Anies mengimbau anak muda untuk mau belajar dari banyak orang dan melakukan banyak kegiatan.

Anies menutup sesi dengan narasi yang membangkitkan semangat generasi milenial yang hadir. “(karena) Inspirasi lahir dari interaksi.”

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya