she.id

Angkie Yudistia: Jadilah Wanita Berdaya, Bervisi, dan Berkarakter

Angkie Yudistia: Jadilah Wanita Berdaya, Bervisi, dan Berkarakter
Angkie Yudistia Bicara Tentang Pemberdayaan Perempuan (sumber foto: pribadi)

She - Kalau disebut nama Angkie Yudistia, pastinya sahabat She sudah familiar dengan sosok wanita tangguh ini.

Ya, Angkie merupakan seorang teman tuli yang memiliki deretan prestasi dan akfif dalam aksi-aksi sosial serta pemberdayaan masyarakat.

Posisinya saat ini yang menjabat sebagai staf khusus Presiden milenial di bidang sosial, menambah kualitas dan prestasi yang dimilikinya di usia muda.

Ia dikenal sebagai pendiri Thisable Enterprise, sebuah organisasi yang memberdayakan kelompok disabilitas Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka.

Angkie menuturkan bahwa menerima kekurangan dan kelebihan diri merupakan langkah awal yang membuatnya berdaya. Menjadi disabilitas tidak mengurangi semangat maupun niat dan tujuan Angkie untuk berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya sesama wanita.

View this post on Instagram

"Selamat Membangun Bangsa untuk Indonesia yang Lebih Ramah Disabilitas" Lebih dari 8 tahun, seorang Angkie Yudistia mendirikan ThisAble Enterprise. Sebuah Social Enterprise yang memiliki misi untuk memberdayakan para penyandang disabilitas. Dengan berbagai perjuangan, kini ThisAble Enterprise berbangga hati menyambut sebuah misi yang baru bagi seorang Angkie Yudistia untuk mengemban tugas yang lebih besar. Namun, dengan tujuan yang sama untuk menuju Indonesia yang lebih inklusif dan Indonesia yang lebih ramah disabilitas. Kami segenap Tim ThisAble Enterprise mengucapkan selamat mengemban tugas sebagai Staff Khusus Presiden Republik Indonesia. ? ? Selamat menjadi tokoh disabilitas yang mampu membawa para penyandang disabilitas dapat dilihat, bukan lagi menjadi kaum minoritas melainkan kaum yang setara dengan yang lainnya. Selamat bertugas @angkie.yudistia , doa kami menyertai setiap langkahmu.

A post shared by Thisable Enterprise (@thisable.id) on

Organisasi yang kini memiliki kurang lebih 15 ribu anggota ini, tidak hanya memberikan edukasi pada sesama kawan disabilitas, tapi juga menjembatani mereka untuk bergabung bersama perusahaan-perusahaan, yang tujuan akhirnya adalah memberdayakan mereka dan membuat mereka mandiri.

Dalam kesempatan menjadi narasumber salah satu panel talkshow tentang Pemberdayaan Perempuan di Festival Relawan pada Sabtu (14/12/2019) kemarin, Angkie menceritakan pengalamannya menjadi seorang wanita dengan kebutuhan khusus di zaman ini.

Angkie menjadi salah satu panelis Pemberdayaan Perempuan (sumber: Tim Dokumentasi FR2019)

“Saya pernah berada di titik terendah dalam hidup. Saat saya berusia 10 tahun, saya mengalami demam tinggi yang akhirnya membuat saya harus menggunakan alat pendengar. Saat saya harus menerima kenyataan bahwa saya akan menjadi seorang berkebutuhan khusus, saya tak berhenti belajar,” tutur wanita lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi London School of Public Relations, Jakarta.

Ia kemudian melanjutkan dengan kisah ketakutannya dalam menghadapi dunia karir sebagai seorang disabilitas.

“Ketakutan berikutnya adalah tentang bagaimana pekerjaan saya, adakah nanti yang menerima saya. Hal inilah yang akhirnya mendorong saya mendirikan Thisable Enterprise. Saya bertemu banyak orang di sana,” kenangnya.

“Bagi saya, untuk menjadi wanita berdaya, kita harus memiliki karakter diri, agar kita bisa menentukan tujuan dan visi kita ke depan..” ujar Angkie menularkan energi nya pada penonton talkshow.

Mendengar tentang Angkie berbicara masalah pemberdayaan wanita, Suci Hendriana, selaku Public Relations Manager Wardah Cosmetics mengapresiasi apa yang telah dilakukan Angkie.

Public Relations Manager Wardah Cosmetics apresiasi sepak terjang Angkie Yudistia (sumber: Tim dokumentasi FR2019)

Baca Juga: Jadi Stafsus Jokowi, Angkie Yudistia Runtuhkan Stigma Disabilitas
Anies Baswedan: Tanpa Narasi, Tak Akan Ada Aksi
Pasar Toleransi di Festival Relawan 2019

“Wanita dilahirkan dengan berbagai peran, seperti menjadi Ibu, wanita karir, dan banyak lagi. Bagi kami, wanita yang berdaya adalah   yang saling mendukung dan peduli terhadap sesama. Wanita bersama-sama menciptakan perubahan bagi sekitar, yang bergerak bersama. Dari situlah kita akan memberi dampak yang besar bagi kehidupan,” tutur Suci mengutip tema besar dari Festival Relawan 2019 “Bergerak Bersama, Berdampak Besar”.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya