she.id

5 Sutradara Nominator Oscar Kecam Kebijakan Trump

5 Sutradara Nominator Oscar Kecam Kebijakan Trump
Dok.Sutradara Iran Asghar Farhadi di Festival Film Cannes Film 2016. (Reuters/Regis Duvignau/File)

She - Lima sutradara film berbahasa asing nominator Oscar mengecam apa yang mereka sebut dengan "iklim fanatisme dan nasionalisme" di Amerika Serikat. Mereka mendedikasikan Academy Awards untuk persatuan dan kebebasan berekspresi.

Sutradara Iran, Swedia, Jerman, Denmark dan Australia menyampaikan sikapnya di depan ratusan orang pada malam akhir pekan. Acara ini diprakarsai salah satu agensi bakat terbesar Hollywood untuk mendukung persatuan dan kebebasan berekspresi.

Pernyataan di Beverly Hills ini menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait larangan kunjungan warga dari tujuh negara muslim ke Negeri Paman Sam. Sutradara film Iran Asghar Farhadi memboikot dengan tidak akan menghadiri malam penghargaan Oscar.

Berbicara dalam sebuah video dari Teheran, Farhadi mengecam politisi yang dinilainya sedang berusaha mempromosikan kebencian dan menciptakan perpecahan antar budaya, tradisi dan kebangsaan. Farhadi juga bagian dari kelompok yang menentang diskriminasi jenis kelamin, warna dan agama dalam politik.

Baca Juga: Tangisan Dul saat Umroh Jadi Sorotan
Keputusan Bersejarah, Turki Cabut Larangan Jilbab di Militer

"Kami ingin menyampaikan penolakan bulat dan tegas terhadap iklim fanatisme dan nasionalisme yang kami lihat sekarang di Amerika Serikat dan di banyak negara dan, yang paling disayangkan dari semua ini, kalangan politisi terkemuka," katanya dalam sebuah pernyataan kepada Variety dan Hollywood Reporter seperti dikutip Reuters.

Pernyataan di Beverly Hills ditandatangani Farhadi sutradara "The Salesman", Martin Zandvliet (Demark "Land of Mine"), Hannes Holm (Swedia "A Man Called Ove"), Maren Ade (Jerman "Toni Erdmann"), serta Martin Butler dan Bentley Dean (Australia "Tanna")

Film Salesman (Youtube)

Mereka mengatakan terlepas siapa yang memenangkan Academy Award untuk film berbahasa asing terbaik pada hari Minggu, mereka menentang kebijakan Trump.

"Kami mendedikasikan penghargaan ini untuk semua orang, seniman, wartawan dan aktivis yang bekerja menggalang persatuan dan pemahaman, dan yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan martabat manusia."

Aktris Jodie Foster mendesak massa yang berjumlah sekitar 500 orang untuk bersikap membela kebebasan sipil dan demokrasi.

"Ini saatnya kami muncul dan menuntut jawaban. Saatnya kami memberitahu pejabat terpilih untuk melakukan pekerjaan mereka (dan) kami tidak akan mentolerir kekacauan, kebodohan dan perang," tandasnya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya