she.id

Rida Al Tubuly, Wanita Pendorong Kesetaraan Gender di Libya

Rida Al Tubuly, Wanita Pendorong Kesetaraan Gender di Libya
Rida aktif menyuarakan kesetaraan gender hingga diganjar masuk 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia versi BBC. (foto: togetherwebuildit)

She - “Masa depan wanita adalah sekarang, bukan besok dan bukan lusa,"iItulah yang dilontarkan Rida Al Tubuly, wanita kelahiran 1957 di depan Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa.

Menurutnya, pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang masa depan Libya gagal untuk memasukkan keterlibatan perempuan.

Rida pun menilai pengucilan wanita secara sengaja dari ruang sipil dan publik di Libya telah menyebabkan kurangnya narasi dan input yang signifikan dari wanita akar rumput.

Hal inilah yang kemudian menghasilkan analisis yang tidak lengkap tentang akar penyebab konflik dan masalah perdamaian dan keamanan di Libya.

Alhasil melihat realitas ini, Rida bersama dengan organisasi Together We Build It melakukan sebuah langkah untuk memperjuangkan hak kesetaraan gender perempuan di Libya. Salah satunya adalah mereka melakukan perjalanan ke Jenewa untuk berbicara tentang tantangan yang dihadapi perempuan Libya yang berjuang untuk perdamaian terkait konflik di negara mereka.

Baca Juga: Bukan Astronot, Misi Antariksa Tak Akan Ada Tanpa Perempuan Ini
Ini Dia Lima Srikandi Cantik TNI

Lewat langkah nyatanya ini, wanita yang juga merupakan profesor di Universitas Tripoli ini pun dipilih sebagai 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi BBC. Melalui pesannya, ia menyampaikan bahwa wanita harus bisa menjadi bagian dari solusi.

"Saya mengkampanyekan perdamaian di semua tingkatan, dan saya yakin bahwa wanita dapat segera mengubah status quo di bidang yang secara historis diperuntukkan bagi pria, seperti pembangunan perdamaian dan mediasi konflik,” tegas Rida.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya