she.id

Suasana Hati Berubah Ekstrem, Kenali Gejala Bipolar Disorder

Suasana Hati Berubah Ekstrem, Kenali Gejala Bipolar Disorder
gejala dan tanda tanda bipolar disorder

She - Masih ingat kisah artis muda Marshanda yang mengaku mengidap bipolar disorder? Atau pengusaha muda Medina Zein yang baru ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba dan sebelumnya mengaku mengidap bipolar disorder tipe 2? Kamu mungkin penasaran apa sebenarnya penyakit mental yang disebut dengan gangguan bipolar itu.

Dikutip dari laman Healthline, gangguan bipolar (Bipolar Disorder) adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem. Gejalanya bahkan termasuk suasana hati yang tinggi yang disebut mania dan depresi. Penyakit ini dulu dikenal dengan istilah medis manic depressive disorder.

Suasana hati penderitanya dapat berganti tiba tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa adanya pola dan waktu yang pasti.

Pada penderita bipolar, ayunan perasaan (mood swings) sangat tinggi dengan pola perasaan yang berubah secara drastis.

Pengidap gangguan bipolar bisa merasa sangat antusias dan bersemangat (mania). Saat suasana hatinya berubah buruk, ia bisa sangat depresi, pesimis, putus asa, bahkan sampai mempunyai keinginan untuk bunuh diri.

Suasana hati yang meningkat bahagia disebut sebagai mania, sementara suasana hati yang ringan disebut hipomania. Individu yang mengalami episode mania juga sering mengalami episode depresi, atau episode campuran di saat susana hati mania dan depresi hadir bersamaan.

Baca Juga: Merasa Selalu Kurang Tidur? Ini Tanda Tidurmu Sudah Cukup
Marah Picu Serangan Jantung, 7 tips Ini Untuk Meredakannya

Kondisi depresi dan mania kadang bisa berganti dengan sangat cepat yang disebut rapid-cycle. Bahkan pada episode mania ekstrem, kadang-kadang dapat menyebabkan gejala psikosis seperti delusi dan halusinasi.

Suasana hati mania biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Dan episode hipomania mempunyai derajat yang lebih ringan daripada mania.

Dikutip Wikipedia, gangguan bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 – 12 persen remaja di luar negeri.  Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja.

Orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami kesulitan mengelola tugas kehidupan sehari-hari di sekolah atau di tempat kerja, atau mempertahankan hubungan. Tidak ada obat bipolar yang bisa menyembuhkan secara total, tetapi ada banyak opsi perawatan yang tersedia yang dapat membantu mengelola gejalanya.

Gejala Gangguan Bipolar

Ada tiga gejala utama gangguan bipolar yaitu mania, hipomania, dan depresi. Saat mengalami mania, seseorang dengan gangguan bipolar mungkin merasakan emosi yang tinggi. Mereka bisa merasa bersemangat, impulsif, euforia, dan penuh energi.

Selama episode mania, mereka juga dapat terlibat dalam perilaku negatif seperti menghabiskan uang untuk belanja, seks bebas, bahkan penggunaan obat-obat terlarang.

Sementara episode hipomania umumnya dikaitkan dengan gangguan bipolar II. Ini mirip dengan mania, tetapi tidak separah itu. Tidak seperti mania, hipomania mungkin tidak menimbulkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam hubungan sosial. Orang-orang dengan hipomania masih memperhatikan perubahan mood mereka.

Selama episode depresi seseorang akan mengalami beberapa kondisi seperti, kesedihan yang mendalam, keputusasaan, kehilangan energi, kurangnya minat pada kegiatan yang pernah mereka nikmati, periode tidur yang terlalu sedikit atau pikiran untuk bunuh diri

Meskipun ini bukan kondisi yang langka, gangguan bipolar mungkin sulit didiagnosis karena gejalanya yang bervariasi. Cari tahu segera tentang gejala yang sering terjadi selama masuk periode mania dan depresi.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya