she.id

Mau Hubungan Makin Erat, Perbaiki Cara Bicaramu dengan Pasangan

Mau Hubungan Makin Erat, Perbaiki Cara Bicaramu dengan Pasangan
Mau pererat hubungan, jaga cara bicara (sumber foto: parents.com)

She - Tidak mudah memang berperilaku sempurna setiap hari setelah melalui hari yang berat di tempat kerja. Namun bukan berarti kamu bisa berperilaku keras pada orang-orang yang kamu cintai di rumah, baik anak, suami atau istri. 

Dilansir dari parents.com, berikut ini adalah cara berbicara yang perlu kamu ingat untuk mempererat hubungan percintaan dengan pasangan: 

Ingat Kesopanan

Komunikasi dua arah yang penuh hormat dan positif merupakan hal paling penting dalam menjaga hubungan dengan pasangan. Kepada siapa pun kamu berbicara, sudah seharusnya kamu ingat untuk selalu sopan, ya. Karena tanpa disadari, ucapan yang tidak sopan atau tidak ter-filter dengan baik sebelum diucapkan dapat melekat kuat pada lawan bicaramu.

Puji Kelebihannya

Dengan menyertakan puji-pujian dan ucapan terima kasih dalam keseharian dengan pasangan bisa menjadi 'tombol reset' yang sangat bernilai. 

Poin ini juga bisa berarti latihan untuk selalu bersyukur dan mengingat kebaikan-kebaikan pasangan. Bahkan jika kamu sedang ada masalah dengannya, kamu bisa rehat sejenak barang beberapa menit untuk merefleksikan 5 hal positif dalam diri pasanganmu. Misalnya "Dia telah bekerja keras menghidupi keluarga;" "Dia adalah ayah dan suami yang baik," dan lain sebagainya. 

Mengatakan hal-hal yang tidak baik dapat menyebabkan perilaku negatif muncul di kemudian hari. Maka selalu latih dirimu untuk selalu berkata hal-hal yang baik, ingat kebaikannya, berpikirlah bahwa yang kamu lalui ini adalah salah satu dari permasalahan rumah tangga yang lumrah yang harus kamu lalui dengan kepala dingin. Ingat, bagaimana pun juga, emosi tidak menyelesaikan masalah. 

Jangan Bersikap Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

Terkadang, salah satu hal yang paling sulit adalah membiarkan diri kita beristirahat sejenak hingga perangai mudah marah seringkali mengalir dari dalam diri kita yang tidak bahagia/tidak puas.

Dalam ilmu psikologi, hal ini dinamakan proyeksi. Ketika kamu mengkritik pasanganmu mengenai hal yang tidak kamu sukai pada dirinya, hal itu bisa jadi bahwa kamu mengkritik hal yang ada pada dirimu sendiri. Kamu menyalurkan rasa sakit kepada orang lain dengan menjadi tidak menyenangkan. 

Supaya hal ini tidak terjadi, kamu bisa refleksikan diri dengan pasangan tentang hal apa yang membuatmu tidak puas dengan pasangan. Pertimbangkan apakah hal itu merupakan sesuatu hal yang diam-diam kamu lihat dalam diri kamu sendiri. Jika ya, maka berbaik hatilah kepada diri sendiri, maka kamu akan secara alami bersikap baik kepada orang yang kamu cintai.

Saling Memahami Adalah Inti dari Hubungan Percintaan Harmonis

Menjadi pasangan yang saling memahami dapat dipastikan untuk saling mengapresiasi masing-masing perspektif. Misalnya saja ketika suami mungkin sedang ingin berdiskusi tentang anak-anak, namun kamu bisa jadi sedang sangat lelah. Kamu bisa jadi ingin curhat tentang keseharianmu di kantor atau di rumah dengan anak-anak, namun suami sedang terganggu perhatiannya oleh hal lain. 

Baca Juga: Anak Menunjukan Gejala Depresi, Ini Cara Mendekatinya
Si Cantik Arumi Bachsin Yang Semakin Bersinar Setelah Menikah

Daripada menyerah dengan emosi dan mengucapkan "Bisa nggak sih kamu diam?;" "Bisa nggak sih setop ngoceh barang sehari aja;" atau "Aku capek dengerin kamu ngeluh terus,:" kamu bisa mengontrol emosimu dan jaga perasaan pasangan dengan mengatakan "Aku paham kok. Tapi boleh enggak, kita diskusiin hal ini setelah aku istirahat sebentar?" 

Masalah yang kalian berdua rasakan bisa jadi berbeda-beda dan tidak semua nasihat psikologi bisa kamu terapkan begitu saja. Hal yang bisa kamu ingat adalah untuk selalu mementingkan hubungan kalian berdua dan tidak saling menyakiti, karena hal ini harus dilakukan kedua belah pihak.

Jika kamu dan pasangan selalu berlatih memilih kata-kata dengan bijaksana, akan ada manfaat besar yang akan kalian berdua rasakan. Karena meski akan selalu saja ada masalah di depan sana, kamu dan pasangan bisa mengatasinya lebih efektif.

Ketika kamu fokus pada kebaikan, maka pasangan yang baik akan cenderung melakukan hal yang sama. Dampak positifnya adalah kamu akan nyaman di rumah hingga bisa fokus bekerja di kantor tanpa terbebani masalah rumah tangga. 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya