she.id

Bisakah Kunyit Membantu Mengobati Eksim?

Bisakah Kunyit Membantu Mengobati Eksim?
Kunyit dipercaya dapat mengobati eksim

She - Kunyit atau Curcuma Longa merupakan rempah-rempah yang biasa dipakai untuk bumbu dapur atau bahan membuat jamu. Karena khasiatnya tersebut, kunyit populer dalam pengobatan Ayurvedic di India maupun Cina.

Kunyit diketahui mengandung senyawa curcumin yang telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Sebab itu banyak digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit inflamasi seperti eksim.

Namun apakah kunyit benar-benar dapat mengobati eksim dan aman digunakan?  Berikut penjelasan seputar khasiat kunyit dalam mengobati eksim seperti dikutip laman Healthline.

Eksim atau dikenal sebagai dermatitis atopik adalah salah satu kondisi kulit yang paling sering menyerang 2–10% orang dewasa dan 15–30% anak-anak. Eksim biasanya muncul berupa kulit kering yang gatal dan meradang.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab munculnya penyakit eksim,  tetapi faktor genetika dan lingkungan seseorang terkait erat dengan perkembangannya.

Eksim biasanya diobati menggunakan krim khusus untuk mengurangi gatal dan mengembalikan kelembapan kulit.

Khasiat Kunyit Mengobati Eksim

Karena sifat anti-inflamasinya, banyak yang percaya bahwa kunyit dapat mengurangi gejala eksim. Sebab itu kunyit telah digunakan selama berabad-abad sebagai pengobatan alami untuk gangguan kulit.

Kunyit juga telah diakui aman dikonsumsi oleh Food and Drug Administration. Curcumin telah terbukti tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan pada orang sehat ketika diambil dalam dosis hingga 12.000 mg per hari.

Baca Juga: Ingin Terlihat Awet Muda? Sertakan Kolagen dalam Makananmu
Susu Kecoa, ‘Superfood’ Yang Bergizi Tinggi

Namun, perlu diingat bahwa curcumin dalam kunyit memiliki bioavailabilitas rendah. Oleh karena itu, mengonsumsi kunyit kemungkinan tidak memberikan dosis terapeutik. Salah satu cara agar penyerapan curcumin lebih efektif adalah dengan menambahkan lada hitam ke dalam kunyit.

Lada hitam diketahui mengandung senyawa yang dikenal sebagai piperine yang mampu membantu penyerapan curcumin ke dalam kulit. Namun, belum diketahui berapa banyak curcumin yang efektif diserap kulit dengan cara ini.  

Aplikasi Topikal

Karena khasiatnya, banyak perusahaan kosmetik menggunakan kunyit sebagai bahan dalam produk mereka. Produk-produk ini diformulasikan secara khusus untuk meningkatkan penyerapan curcumin tehadap kulit. Namun penyerapannya pada kulit tidak akan memiliki efek yang sama pada setiap orang.

Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, produk-produk topikal yang mengandung bahan aktif kunyit sejauh ini masih aman untuk digunakan.

Pengobatan Melalui Intravena

Karena bioavailabilitas kunyit yang rendah, ada tren yang semakin populer di kalangan profesional perawatan kesehatan untuk memasukannya secara intravena. Dengan beranggapan kunyit yang melewati intravena akan mudah masuk dalam aliran darah dengan dosis yang jauh lebih tinggi.

Namun, pada sejumlah penelitian, cara ini justru menimbulkan komplikasi yang tidak diinginkan. Bahkan, sebuah laporan pada tahun 2018 menyebutkan bahwa memasukan kunyit secara intravena untuk pengobatan eksim menyebabkan kematian seorang wanita berusia 31 tahun.

Meski dengan dosis kecil sekali pun, memasukan curcumin secara intravena ini dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti sakit kepala, mual, sakit perut, sembelit, dan diare.

Sebab itu berkosultasilah lebih dulu dengan dokter kulit sebelum menggunakan kunyit sebagai alternatif pengobatan untuk penyakit eksim.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya