she.id

Ibu Profesional New Chapter 2020: Sinergi Demi Hari Esok Gemilang

Ibu Profesional New Chapter 2020: Sinergi Demi Hari Esok Gemilang
Ilustrasi Workshop Grafologi & Family Playdate Ibu Profesional Jakarta, Minggu (19/01/20). (foto: IP Jakarta)

She - Ibu Profesional yang digagas Septi Peni Wulandani pada 22 Desember 2011 terbilang fenomenal. Selama delapan tahun, komunitas ini telah memiliki 25 ribu anggota yang tersebar di 57 regional dalam negeri dan 10 negara di Asia dan non-Asia.

Tak kalah menakjubkan adalah para anggotanya yang terbilang militan. Mereka bukan sekadar anggota yang semata tercatat di atas kertas dan tidak pernah muncul dalam kegiatan Ibu Profesional (IP), melainkan para member aktif yang senantiasa bahu-membahu dalam menuntut ilmu dan melaksanakan acara-acara seru yang super greget.

Saat ini, IP memiliki lima komponen yang menjadi new chapter Ibu Profesional di tahun 2020. “Lima komponen itu adalah Institut Ibu Profesional (perkuliahan), Sejuta Cinta Ibu Profesional (kegiatan sosial), Resource Center Ibu Profesional (pusat data), KIPMA (Koperasi Ibu Profesional Mandiri), dan Komunitas Ibu Profesional yang diintegrasikan oleh Sekretariat Regional ,”ujar Utami Sadikin, Sekretaris Jenderal Ibu Profesional, saat diwawancarai She.id usai Workshop Grafologi & Family Playdate yang digelar Ibu Profesional Jakarta (19/01/20).

Sekjen Ibu Profesional Utami Sadikin

Pada bulan Maret 2020, Ibu Profesional siap menggelar Akademi Fasilitator Ibu Profesional. Kegiatan tersebut bertujuan mencari ‘bibit unggul’ di antara para member untuk menjadi fasilitator bagi para ibu. Sedangkan di bulan November 2020, IP siap menggelar Leadership Camp (LC) yang berisi training for facilitator.

Para member yang mengikuti training for facilitator adalah fasilitator yang berada pada advanced grade. Untuk menjadi fasilitator, anggota harus menjalankan tes berjenjang yang menentukan tingkatan mereka, diawali dari akademi fasilitator.

Para fasilitator advanced akan memiliki lisensi yang berhubungan langsung dengan para expert di bidang masing-masing. “Salah satu contohnya, IP bekerja sama dengan Wardah Cosmetics untuk memberi lisensi bagi para anggota yang berbakat menjadi MUA. Dengan begitu, mereka akan dihargai sebagai perias wajah profesional,” ujar Mbak Uut, panggilan akrab Utami Sadikin.

Sedangkan untuk lembaga pemerintahan, saat ini IP sudah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kemendikbud mengapresiasi sistem yang dipakai IP dan menetapkan IP sebagai Mitra Keluarga Kemendikbud. Sedangkan untuk KLH, biasanya para fasilitator IP diminta memberikan feedback terkait program-program di KLH. Salah satunya adalah Efi Femiliyah untuk urusan zero waste.

Terkait tantangan kepengasuhan anak di zaman modern, Mbak Uut menekankan bahwa IP menjelma menjadi komunitas preventif untuk menghindari terjadinya kasus-kasus KDRT termasuk kekerasan anak.

Karena itu pula, timnas IP selalu berkoordinasi dengan pengurus di tingkat regional untuk memastikan kebutuhan apa yang harus dipenuhi, terlebih lagi bagi para ibu di pelosok daerah. Bagaimana pun, pendekatan kepada para ibu di pelosok daerah tidak bisa disamakan dengan para ibu urban.

“Bu Septi dan Pak Dodik berkeliling nusantara untuk melihat langsung perkembangannya seperti apa. Ke depan, timnas akan aktif mengadakan perjalanan dinas untuk menggali tantangan di berbagai daerah,” ujar ibu dengan tiga anak ini.

[baca_juga]

Saat ditanya tentang regenerasi yang berjalan di Ibu Profesional, Mbak Uut menekankan bahwa Bu Septi selaku founder menghormati apa yang dijalankan para pengurus saat ini. Yang terpenting adalah kesamaan value yang harus selalu dijaga. Dan tidak ada dikte seputar apa yang harus dikerjakan.

“Kami diberi kebebasan melakukan cara yang inovatif dan kreatif. Selama itu baik dan ber-impact besar, silakan saja dilakukan. Lebih nyaman seperti itu,” pungkas Mbak Uut.

 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya