she.id

Traveling Penting Bagi Anak, Ini Pendapat Para Ahli

Traveling Penting Bagi Anak, Ini Pendapat Para Ahli
Traveling sangat penting bagi perkembangan otak anak (sumber foto: momresource.com)

She - Traveling merupakan suatu hal yang menyenangkan, apalagi jika bisa bepergian kemanapun yang diinginkan dan tanpa merasa membawa beban emosional seperti kondisi keuangan, tugas kantor, dan kadang-kadang anak-anak. 

Padahal, para ahli menilai bahwa sebagai orangtua, kita harus melakukan segala yang terbaik untuk perkembangan diri mereka. Nah, traveling menjadi salah satu yang ternyata sangat penting bagi anak-anak, loh. Para ahli mengklaim bahwa traveling dapat meningkatkan perkembangan otak anak secara signifikan. 

Dikutip dari parents.com, traveling dapat mengasah rasa empati anak-anak di usia dini, memahami perbedaan, dan membantu mereka beradaptasi dengan situasi yang sangat cepat sekali berubah. Selain itu, traveling ke negara-negara yang memiliki perbedaan bahasa, dapat membentuk perkembangan linguistik anak-anak, terutama jika mereka dibiasakan traveling sejak usia satu hingga delapan tahun.

"Anak-anak dapat mulai mempelajari cara komunikasi untuk mengembangkan hubungan, terutama lintas perbedaan sejak usia dini," jelas Dr. Robin Hancock, seorang spesialis pendidikan global di Bank Street College.

Menurutnya, perkembangan otak paling efektif dapat terjadi dalam lima tahun pertama kehidupan seorang anak, terutama di usia satu hingga tiga tahun.

"Traveling dapat mengajarkan anak-anak bahwa mereka juga berperan sebagai salah satu masyarakat dunia yang memiliki tanggungjawab, jika mereka diasah untuk traveling, mereka akan tumbuh dewasa dengan mempertahankan pesan itu," ujar Dr. Robin, "Hal itu akan menjadi kebiasaan atau tradisi di awal-awal kehidupannya, tugas kitalah yang harus memperkuat pondasi mereka memandang dunia hingga nanti mereka nikmati sisa hidup mereka," jelasnya.

Berikut ini adalah beberapa tips dari Dr. Robin yang dikutip travelandleisure.com, tentang cara memaksimalkan pengalaman anak saat traveling:

Berjalan-jalan di Lingkungan Tempat Tinggal

Meski jalan-jalan keluar negeri atau ke taman bermain lebih mengasyikkan, berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal ternyata menjadi salah satu momen paling berpengaruh bagi memori anak-anak. Otak anak cenderung membuat koneksi berdasarkan apa yang akrab bagi mereka sejak kecil.

"Jika Anda tinggal di Venesia, habiskan waktu bersama anak-anak di Grand Canal. Jika Anda tinggal di Paris, habiskan waktu bersama mereka di menara Eiffel. Selain itu, selaraskan pengalaman mereka dengan membangun hubungan harmonis dengan Anda supaya momen ingatan mereka lebih melekat kuat," kata Dr. Robin.

Bangun Kebiasaan Saat Traveling

Kebiasaan-kebiasaan anak-anak sejak kecil akan membantu mereka terhubung dengan lingkungan sosial. Kebiasaan ini bisa juga kamu bangun ketika sedang traveling. Misalnya dengan membiasakan mereka memungut sampah ketika berada di pantai.

"Apapun yang anda kaitkan dan hubungkan dengan kebaikan masa depan, dapat anda kaitkan juga pada anak-anak. Hal itu akan menjadi pengalaman berarti bagi mereka," jelas Dr. Robin.

Dorong Anak-Anak Bermain dengan Anak-Anak Lainnya

Membiarkan anak-anak bermain dengan anak-anak lain seusianya akan membantu perkembangan motorik dan sosial mereka, bahkan jika mereka memiliki perbedaan bahasa.

Menurut Dr. Levy, "Ajak anak-anak bertemu anak-anak lain seusianya, biarkan mereka bermain, belajar, dan menemukan cara mereka sendiri untuk berkomunikasi."

Baca Juga: Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Tahun 2019 Adalah...
Ingin Nyaman Berkeliling Dunia, Pastikan 5 Hal Ini Terpenuhi

Jadikan Momen Traveling Sebagai Petualangan

Sebagai contoh, kamu bisa berikan tantangan pada anak-anak sebelum berangkat, untuk mengingat dan menunjukkan hal-hal baru bagi mereka selama traveling, "Minta mereka tunjukkan pada anda hal-hal baru yang belum pernah mereka temui dirumah sebelumnya," jelas dr. Levy.

Persiapkan Mental Anak-Anak Anda terlebih dahulu

Mempersiapkan anak-anak dengan memberi sedikit teaser sebelum berangkat traveling bisa memperkuat mental mereka. "Misalnya Anda bisa beritahu mereka tentang jet lag, atau jika anda tahu perjalanannya akan melelahkan Anda bisa membawa mainan favorit anak ke dalam pesawat. Pada intinya, Anda tidak boleh terlalu khawatir, karena anak-anak cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru daripada orangtua," jelas Dr. Levy dan Dr. Robin.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya