she.id

Nina Zahra, Pegiat Lingkungan Protes 3 Pemimpin Negara Maju

Nina Zahra, Pegiat Lingkungan Protes 3 Pemimpin Negara Maju
Pegiat lingkungan cilik dari Gresik yang peduli dampak ekologi akibat sampah impor. (foto: dok. pribadi)

She - Jika Swedia punya Greta Thunberg, Indonesia punya Aeshninna Azzahra.

Nama Aeshninna Azzahra, pelajar SMP 12 Gresik yang berusia 12 tahun ini mendadak populer. Sebabnya, Nina—begitu ia biasa disapa berani mengirim surat kepada 3 pemimpin negara maju di dunia yaitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan PM Australia Scott Morrison. Wow!

Surat yang dikirim pun bukan sembarang surat, melainkan surat protes dan permintaan tegas untuk menghentikan ekspor sampah tiga negara itu ke Indonesia. Surat untuk Morrison diantar Nina langsung bersama orangtuanya ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Seperti ditulis ABC, Nina merasa prihatin melihat tumpukan sampah impor asal negara maju di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Mojokerto yang berada sekitar 15 km dari rumahnya. Di sana, kata Nina, warga yang kebanyakan berprofesi petani kini beralih jadi pengolah sampah. Mereka memilah mana sampah yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak.

Nina menunjukkan sampah impor yang menumpuk dekat rumahnya. (foto: Kompas.com/Hamzah Arfah)

Menurut gadis cilik berhijab ini, para warga tidak memahami bahwa apa yang mereka lakukan itu merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan.

Sampah daur ulang dijual ke pabrik-pabrik untuk diolah menjadi semacam palet plastik, lalu diekspor ke Cina untuk dijadikan produk baru. Sedangkan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang, digunakan untuk pembakaran di tempat pembuatan tahu di Sidoarjo.

“Ini yang berbahaya, pembakaran menciptakan gas beracun yaitu dioksin. Limbah yang dibuang ke sungai akan dimakan ikan, dan ikan tersebut kita makan. Belum lagi banyak ayam berkeliaran di sekitar tempat pembuatan tahu, mereka juga makan sampah-sampah di sana. Lalu kita makan ayam itu. Apa tidak berbahaya,” kata Nina, seperti dilansir Kompas.com.

Baca Juga: Lima Negara Yang Warganya Hidup Paling Sehat di Dunia
Belajar Public Speaking dari Maya Rachma

Melihat dampak ekologi yang ditimbulkan dari sampah-sampah impor tersebut, Nina memberanikan diri mengirim surat kepada kepala negara yang sampahnya bertumpuk. Nina pun menunjukkan merek-merek dari negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, Kanada, dan lainnya.

Satu pesan Nina: Segera hentikan pengiriman sampah tidak bisa didaur ulang ke Indonesia!

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya