she.id

Polemik Kepulangan 600 WNI Eks ISIS: Pilih Aman Atau HAM?

Polemik Kepulangan 600 WNI Eks ISIS: Pilih Aman Atau HAM?
Ilustrasi warga mengungsi di Mosul, Irak tahun 2017 setelah ISIS mencengkeram. (foto: Associated Press)

She - Pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Polhukam masih mengkaji berbagai pertimbangan tentang kepulangan 600 WNI eks ISIS ke Tanah Air.

“Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang. Di satu sisi, jangan sampai kita melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan kemanusiaan. Sementara di sisi lain, jangan sampai kita ‘merusak’ bangsa ini,” ujar Menko Polhukam Mahfud MD.

Pernyataan serupa juga dikeluarkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Menurut Kepala BNPT, perlu pengkajian mendalam tentang pemulangan 600 eks ISIS di Suriah dengan 49 di antaranya merupakan tahanan.

“Banyak dari mereka adalah perempuan, itu menjadi bukti bahwa perempuan bisa sama, bahkan lebih ekstrem daripada laki-laki,” kata Komjen Suhardi dalam tayangan Sapa Indonesia Malam, Kompas TV (04/02/20).

Baca Juga: Warga Natuna Tolak Karantina 238 WNI dari Wuhan
Gara-Gara Virus Corona, Orang Asia di Eropa Hadapi Rasisme

Kepala BNPT menjelaskan juga tentang kebiasaan para eks ISIS tersebut yang setiap hari digembleng dengan berbagai kekerasan hingga kepribadian mereka menjadi keras. Hal itu ditakutkan dapat menyebarkan ‘virus’ kekerasan dan terorisme di Indonesia.

Kepala BNPT mengingatkan butuh waktu bertahun-tahun untuk proses deradikalisasi. “Di dalam negeri saja kita masih berusaha untuk menangkal radikalisme, jangan sampai mereka menjadi masalah baru.”

 

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya