she.id

3 Langkah Penting Untuk Berhenti Jadi People Pleaser

3 Langkah Penting Untuk Berhenti Jadi People Pleaser
People pleasing membuat kamu tidak bisa merasakan emosi apa pun. (SeapointCenter.com)

She - Menjadi people pleaser adalah bencana psikologis yang siap menggerogoti keyakinan dirimu. Kamu harus segera menghentikan kebiasaan buruk itu sebelum kamu kehilangan kontrol akan pikiranmu sendiri.

Dikutip dari lifehack.org, Amy Morin, seorang psikoterapis, mengatakan bahwa menyenangkan orang lain adalah tanda adanya masalah tentang kerpercayaan diri seseorang. Kamu merasa jika selalu mengatakan “yes” dan menyetujui keinginan orang lain akan membuatmu merasa diterima dan disukai.

Namun tentu saja, merasa diterima bukan berarti harus melalui cara tidak sehat yaitu selalu menyenangkan orang lain. Jika kebiasaan pleasing people ini berlangsung terus-menerus, maka dapat mengakibatkan ketidakbahagiaan dan kamu akan merasa hampa. Kamu tidak dapat memaksimalkan potensi terbaik yang kamu miliki karena kondisimu memicu lahirnya depresi.

Nah, untuk dapat menghilangkan status sebagai people pleaser, tiga hal ini harus segera kamu lakukan.

#1 Sadari bahwa kamu memiliki potensi jadi people pleaser

Dengan menyadari bahwa kamu merasa ketakutan jika tidak mengiyakan pendapat orang, berarti kamu menyadari memiliki kecenderungan untuk melakukan people pleasing. Lihat baik-baik orang di sekitarmu. Mulailah untuk ‘memilah’ mana yang memang dapat berteman denganmu tanpa memaksamu untuk mengabulkan semua yang dia inginkan.

#2 Perkuat keyakinan diri

Renungkan baik-baik realitas bahwa setiap manusia dilahirkan pasti memiliki kelebihan. Karena itu, peliharalah positive thinking agar kamu bisa menyadari potensi dirimu. Tataplah dirimu di cermin, ucapkan bismillah untuk memulai harimu. Kamu bisa melakukan yang terbaik untuk dirimu dan orang-orang di sekitarmu tanpa menjadi people pleaser.

Baca Juga: Apakah Kamu Seorang People Pleaser? Kenali Ciri dan Bahayanya
Moms, Lakukan Ini Jika Si Kecil Dibully

#3 Rasakan kebahagiaan saat mengatakan “tidak”

Terakhir, belajarlah untuk bisa mengatakan tidak dan berbahagia saat mengatakannya. Jangan sampai orang mengenalmu sebagai pribadi yang selalu mengekor orang lain atau tidak punya pendirian. Suarakanlah apa yang ada di pikiranmu. Biasakan diri untuk berpikir kritis. Dan nikmatilah arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Artikel ini bermanfaat?
sekarang juga!

komentar

Terbaru Lainnya