she.id

Antusiasme dan Penolakan 'Comic Con' Pertama di Arab Saudi

Dua orang pengunjung mengenakan masker saat mereka mengambil bagian dalam Comic Con expo di Jeddah, Arab Saudi (18 Februari 2017). (REUTERS / Ali al-Qarni)

She - Comic convention atau kerap disebut Comic Con merupakan ajang kegiatan berkumpul para penggemar komik pada suatu wilayah.

Dalam Comic Con tersebut akan dimanfaatkan oleh para penulis, artis komik, penggemar komik, hingga cosplay untuk saling bertemu. Berawal pada tahun 70-an di Amerika, kegiatan ini kini menyebar hampir ke seluruh bagian dunia.

Baca Juga: Gaya Kocak Ridwan Kamil Sindir Para Perempuan
Manfaat Luar Biasa saat Melakukan Traveling Seorang Diri

Kali ini Arab Saudi, sebuah negara dengan sistem monarki yang ketat di mana penggunaan sihir adalah kejahatan berat dengan ganjaran hukuman pancung, tidak ketinggalan ikut menggelar kegiatan ini.

Dalam tiga hari selama akhir pekan, sekitar 20.000 warga Saudi mengenakan kostum dan cat wajah, antri untuk masuk ke Con yang baru pertama kalinya digelar di Arab Saudi, di mana robot, video game dan tokoh anime raksasa mengisi tenda-tenda di kota Laut Merah Jeddah tersebut.

Expo komik global yang diadakan di bawah naungan Saudi Entertainment Authority, yang telah melawan beberapa larangan sosial yang ketat pada kerajaan Islam tersebut untuk menjadi tuan rumah dalam serangkaian festival, acara komedi dan konser musik di tahun ini.

Arab Saudi sedang mencoba untuk meningkatkan sektor hiburan sebagai bagian dari reformasi ekonomi dan sosial yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan ketergantungan negara pada minyak sebagai peenghasil utama.

"Dunia hiburan telah meningkat begitu pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Dulu tidak ada tempat-tempat umum seperti ini untuk keluarga, tidak ada pencampuran jenis kelamin, tidak ada hiburan, tidak ada acara," kata Modah Al-Bakheet, warga Jeddah yang dikutip Reuters.

Versi Jeddah masih memiliki beberapa kebiasaan Saudi yang kental: pria dan wanita antri di jalur terpisah di luar venue, dijaga oleh Kehadiran polisi, dan pertunjukan terhenti setiap kali azan terdengar.

Tapi di dalam tenda yang penuh sesak, peserta berbaur sekitar stand seni pop dan berkompetisi di kompetisi video game bersama-sama, pemandangan yang tak lazim di negara yang melarang pencampuran pria dan wanita ini.

Ada penolakan dari kaum konservatif agama yang menyamakan acara tersebut sebagai "pemujaan setan" tak mempengaruhi antusias warga.

Untuk Obada Awad, dengan seiring waktu, Riyadh Entertainment penyelenggara Comic Con Jeddah, sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah yang telah membuka peluang bisnis baru yang awalnya hanya sebagai mimpi.

"Itu lebih baik dari yang diharapkan. Kami menyiapkan banyak skenario untuk setiap hal yang bisa terjadi, tapi ini adalah pilihan yang terbaik," katanya, tersenyum.

Berita Terkait:Tampilkan Perempuan Arab Berolahraga, Iklan Ini Picu Kontroversi
'Karpet Bunga' Megah Penyambut Wisatawan di Kota Abha
Durian Bhineka Bawor Diincar Hingga Wisatawan Mancanegara
Baca Alquran, Lindsay Lohan Merasa Tenang
Zaskia Sungkar Rilis Koleksi Busana Kompak Ibu dan Anak
Expo Komik Global, Pertama Kali Digelar di Arab Saudi
Karya Super Unik di Pekan Mode Milan
Mengenang 'Diplomasi Mode' Putri Diana
Romantisme Musim Gugur dan Musim Dingin di London Fashion Week
'Akrab tapi Asing' Jasper Conran di London Fashion Week

#Jakarta #Arab Saudi #Comic Convention # Comic Con #Jeddah

komentar

Terbaru Lainnya