she.id

Pasukan Elit Pertama di Dunia yang Seluruh Anggotanya Wanita

She -  Komando Pasukan Khusus Norwegia melihat meningkatnya kebutuhan akan tentara operasi khusus wanita. Hal itu menyadari pentingnya keberadaan wanita saat menjalankan operasi tempur, seperti di Afghanistan.

Di negara yang sedang dilanda perang saudara itu, banyak area di mana tentara pria dilarang berkomunikasi dengan wanita. Kondisi itu menyebabkan armada tempur kesulitan mendapatkan data intelijen dan membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

"Ketika dikirim ke Afghanistan kami melihat bahwa kami membutuhkan tentara wanita. baik sebagai penasihat bagi unit khusus kepolisian Afghanistan yang kami mentor, tetapi juga ketika kami melakukan penangkapan. Kami butuh tentara wanita untuk memperlakukan wanita dan anak-anak di sebuah bangunan yang digerebek," kata komandan pasukan khusus Norwegia Kolonel Frode Kristofferson

Atas dasar itu, mereka lantas memanggil lulusan terbaik dari berbagai kesatuan dan melatih mereka.

"Salah satu kemajuan yang kami lihat dari unit beranggotakan wanita ini adalah kami bisa memiliki penyesuaian program dan penyesuaian seleksi bagi operator perempuan," lanjut Kristofferson, sembari menambahkan ambisinya untuk menjadikan mereka tak kalah menakutkan dari rekan prianya.

Tonje (22), anggota unit khusus ini mengaku ingin membuktikan wanita bisa melakukan pekerjaan yang sama dengan pria. Di mana kaum Adam mendominasi dunia militer sampai saat ini.

"Kami membawa berat yang sama dengan para laki-laki," kata Tonje.

"Kami melakukan tugas yang sama." sambungnya

Dikutip nbcnews.com, pasukan elite Norwegia ini membuatnya menjadi spesial para anggotanya bukan pria, melainkan kaum hawa dan yang pertama di dunia.

Pasukan elite ini bernama Jegertroppen atau Pasukan Pemburu.

Baca Juga: Ibu Hamil Kecanduan Ponsel Bisa Berdampak pada Bayi
Aktris Ini Dinobatkan Sebagai Perempuan Tercantik di Dunia
Olahraga Kardio Mampu Mencegah Alzheimer pada Lansia

Tugas-tugas yang diberikan di Camp Terningmoen, sekitar 100 mil di utara Oslo, antara lain terjun payung, ski di padang salju, berada di alam liar dan bertempur di perkotaan. Tonje juga menyebut senjata, tas dan peralatan lainnya yang dibawanya memiliki berat 100 pon.

"Saya yang paling kecil, jadi saya bisa membawa berat berapapun sebagai mana berat saya sendiri," tambahnya.

Untuk menjadi bagian dari Jegertroppen, calon anggota harus berlari empat mil dengan membawa peralatan militer seberat 60 pon dalam waktu 52 menit. Waktu ini lebih lama tiga menit dari syarat yang diberikan bagi rekan pria mereka.

Petugas yang memimpin program pelatihan tersebut, Kapten Ole Vidar menyebutkan kemampuan tembak prajurit wanita bisa lebih baik dibandingkan pria di peleton elite. Dia juga kagum unit wanita ini menunjukkan solidaritas tinggi antar rekan-rekannya.

"Para lelaki melihat wanita ini saling membantu, sehingga pria harus bisa melakukannya lebih baik," ujar Vidar.

Dia menyebutkan, program ini sempat dipandang seelah mata, namun beranjak sukses setelah mendapatkan 300 pendaftar di tahun pertama. Melihat itu, jumlah persyaratan yang wajib dipenuhi semakin diperberat.

"Para perempuan bisa mempersiapkan lebih baik," tutupnya

Berita Terkait:Sosok Kartini Masa Kini di Mata Maia Estianty
Begini Cara Wizzy Hilangkan Penat
Menangguk Untung dari Buah Naga Merah Organik
Inovasi Baru Infus Otomatis, Ini Kelebihannya
Pilot Cantik Ini Penjelajah Eropa dan Timur Tengah
Foto: Perjuangan Berat Aktivis Perempuan Peduli Anak Jalanan
Antusiasme dan Penolakan 'Comic Con' Pertama di Arab Saudi
Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri
Foto: Pameran Ikon Pop Amerika di Museum London
Foto: Pro-kontra Aborsi di 45 Negara Bagian AS
Ini Pasukan Elit Pertama di Dunia yang Anggotanya Semuanya Wanita
HIFU Perawatan Ultrasound untuk Peremajaan Kulit
Tips Hidup Sehat Ala Melanie Putria
Keren! Nike Kampanyekan Pakaian Pro Hijab
Intip Perjalanan Bisnis Sukses 'Meccanism'

#Jakarta #tentara wanita

komentar

Terbaru Lainnya